oleh

Rocky Gerung: Elektabilitas Jokowi Dikeroposi Tim Sendiri

Petahana Sudah tak Punya Bekal dalam Duel Debat Capres Cawapres.

PENGAMAT politik Rocky Gerung menilai elektabilitas capres petahana Jokowi saat ini keropos karena timnya sendiri. Sebabnya, simpatisan Jokowi kerap menyerang personal bukan program.

“Saya melihat Pak Jokowi dikeroposi timnya sendiri. Karena tiap kali para buzzer menyerang saya elektabilitas pak Jokowi turun nol koma sekian persen per detik, karena menyerang personal, pembully, pemfitnah,” ujar Rocky, Rabu (9/1).

“Karena dari dalam sendiri yang melakukan itu, bukan saya yang membuat elektabilitas Pak Jokowi turun,” sambungnya.

Rocky heran saat ini petahana kerap menyerang. Apalagi, elektabilitasnya juga turun dan tak mungkin lagi dicegah. Dia menambahkan, pada 17 Januari nanti petahana sudah tak punya bekal dalam duel debat capres cawapres.

Baca Juga :  KPPS Wajib Rapid: Yang Reaktif Diganti

“Apa yang mau ditampilkan dalam debat nanti? Seluruh prestasi yang diklaim oleh rezim hanya pertumbuhan 5 persen, di bawah SBY. Kalau di bawah yang sebelumnya berarti tidak lulus,” kata Rocky.

“Jalan tol? Siapapun bisa membangun jalan tol bedanya gratis atau enggak. Jadi konsep jalan tol itu tugas negara membangun jalanan,” tambah Dosen Filsafat tersebut.

Kritik tajam juga dilontarkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurutnya, saat ini pemerintah terlihat terlalu cepat mempersiapkan pemilu untuk mempertahankan kekuasaan. Sehingga pengelolaan kabinet dan pemerintah amburadul.

“Pemerintahan ini nuansanya kemenangan, niatnya untuk re-election,” katanya saat diskusi bertema ‘2019, Adios Jokowi?’ di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/2).

Baca Juga :  Gencar Blusukan, WaRu Janji Perbaiki Akses Jalan

Fahri mengaku tak bermaksud membela rival Jokowi yakni Prabowo Subianto. Alasannya, karena Prabowo belum pernah menjabat di pemerintahan. Namun demikian, dia menilai Prabowo punya banyak jasa untuk negara.

“Saya enggak bisa mengkritik Pak Prabowo karena dia bukan pemerintah, tapi jasa dan jejaknya dalam negara besar sekali, termasuk memperkenalkan orang namanya Jokowi, bahkan Ahok juga, bahkan yang saya dengar bukan memperkenalkan tapi juga membiayai,” tutur Fahri.

Fahri melanjutkan, kebijakan pemerintahan Jokowi juga tak didasari janji kampanye awal. Justru, kata dia, Prabowo malah mengantar sosok bernama Jokowi sebagai politikus sukses.

“Makanya tim Prabowo tagih saja (janji), pasti kelimpungan dia,” tukas Fahri.(*/iwa)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed