oleh

Metro Rawan DBD

METRO – WaliKota Metro Achmad Pairin mengatakan bahwa sampai saat ini sudah terjadi 60 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Metro.

“Tahun 2017 itu ada 89 kasus, 2018 kasusnya 53, lah ini 2019 baru satu bulan sudah 60 kasus. Memang ini sangat rawan. Karena kita masuk siklus lima tahunan,” kata dia, Senin (21/1).
Dijelaskanya, pemerintah melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan pencegahan salah satunya dengan menyosialisasikan bahaya DBD kepada masyarakat.

“Dalam setiap kesempatan sudah disampaikan sosialisasi tentang DBD. Diskes juga sudah membentuk satgas DBD,” jelas Pairin.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan melakukan 3 M Plus dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Kan untuk pencegahan itu banyak cara terutama dari masyarakat. Maka saya minta masyarakat untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Jangan sampai ada genangan air,” katanya.
Menurut dia, nyamuk aedes aegypti menggigit pada siang hari. Karenanya, masyarakat diminta untuk menggunakan lotion anti nyamuk agar tidak digigit nyamuk tersebut.

Baca Juga :  ACT Lampung dan Dinas Sosial Provinsi Lampung Lanjutkan Kolaborasi Program Kemanusiaan

Terakhir, Diskes juga akan melakukan fogging jika memang sudah positif. Fogging menjadi opsi terakhir karena menimbulkan efek.
“Kan harus ada serangkain tes sebelum dilakukan fogging. Karena menimbulkan efek,” tambahnya. (Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed