oleh

Said Didu Beberkan Kebohongan Jokowi

JAKARTA – Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu mengatakan, kebohongan Presiden Jokowi adalah janji kampanye Pilpres 2014 yang tak dilakukan. Menurutnya, banyak janji yang tak dilaksanakan Jokowi.

“Janji kampanye tidak dilaksanakan maka itu kebohongan. Tapi kalau dilaksanakan tapi tidak tercapai itu bukan kebohongan,” jelasnya dalam diskusi bertajuk ‘Jejak-jejak Kebohongan Jokowi?’ di Kantor Seknas Prabowo-Sandi di Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).

Dia melanjutkan, salah satu kebohongan Jokowi adalah tidak akan berutang dan tak akan mengimpor pangan dari luar negeri. Menurutnya, hal paling bahaya adalah kebohongan yang ditutup dengan kebijakan.

“Saya tidak akan utang ke luar negeri, itu bohong besar. Saya tidak akan impor pangan dari luar negeri, itu juga bohong,” ujar Said.

Baca Juga :  KPPS Wajib Rapid: Yang Reaktif Diganti

Lalu, kebohongan selanjutnya adalah Mobil Esemka. Dia mengatakan, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pun menjadi korban kebohongan mobil Esemka tersebut. Said mengaku pernah didorong untuk mempromosikan mobil tersebut. Namun dia tegas menolak.

“Saat saya melawan kebohongan pada saat itu mobil Esemka, saya Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, Pak Bapak endors lah ini. Tapi saya gak mau karena menurut saya ini kebohongan. Esemka itu adalah kebohongan,” ujar Said Didu.

“Pak Prabowo juga korban saya rasa karena dia beli 5 biji,” tambahnya.

Bukan cuma Jokowi, Said Didu bakal melawan jika pun Prabowo-Sandi melakukan kebohongan. “Saatnya negara ini dihentikan dari kebohongan. Saya ingin membasmi pencitraan berbasis kebohongan,” tegasnya.

Baca Juga :  Yusuf Kohar Dapat Gelar Adat Raja Memerintah Mangkunegara

Lebih jauh, dia bercerita soal rakyat Amerika Serikat yang lebih memilih Donald Trump ketimbang Hillary Clinton. Menurutnya, warga Amerika sangat menghormati moral yang jauh melekat pada Hillary dari pada Trump.

Namun, rakyat Amerika melabuhkan dukungan kepada Trump karena memiliki komitmen kuat untuk melindungi negara. Dari situ, Said berpandangan, bila orang moralnya bagus tapi tak ada daya juang untuk melindungi negara akan percuma.

“Saya tanya kenapa memilih Trump. Jawaban mereka, negara kami terancam, sehingga butuh pemimpin yang menyelamatkan negara kami. Gedung ini dibeli China, itu dibeli China. Kalau Trump tidak memimpin maka China akan membeli,” terang Said. [MC]

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed