oleh

Keluh-kesah Ahli Waris Korban Tsunami Kalianda

Ahli Waris Bertanya: Janji Dana Santunan Nyangkut Dimana?

MASIH ingat diingatan kita, ketika empat menteri kerja datang menemui korban tsunami di Kalianda. Di sana, atas nama pemerintah, mereka menjanjikan akan memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia Rp15 juta. Entah apa sebabnya, janji dana santunan itu hingga kini tak cair juga.

Janji itu disampaikan sebulan lalu oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam sebuah kunjungan kemanusiaan yang disaksikan banyak warga, dan ramai diliput media. Bahkan, pada acara tersebut, secara simbolis sudah diserahkan santunan kepada 4 ahli waris masing-masing Rp15 juta.

“Kita akan berikan santunan kepada seluruh ahli waris. Hari ini penyerahan secara simbolis, yang lain menyusul setelah tahap pendataan dan verifikasi selesai,” kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Kemarin, Rabu (23/1), janji itu mulai dituntut warga secara terbuka. Warga sudah tidak tahan harus menunggu lama tanpa penjelasan, kapan dana itu bisa mereka terima.
Sore kemarin, para ahli waris korban tsunami yang tersebar di tiga desa di Waymuli Timur, melalui perwakilannya, mengadukan persoalan ini kepada Ketua DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung, Hengki Ahmat Jajuli.

Baca Juga :  Herman HN Desak Pemprov Awasi Lembaga Vertikal

“Kami datang mengadu dan minta difasilitasi agar persoalan kami dapat diperhatikan pemerintah. Kami mau menagih dana santunan yang sampai hari ini tak jelas juntrungannya,” ujar tokoh masyarakat Waymuli Timur, Solihin.

Ia menyindir empat menteri yang dulu datang, dengan mengatakan, “Kalau berjanji, tolong jangan diingkari. Apa mungkin kami harus menunggu lama lagi, atau semua ini hanya janji-janji palsu,” sindir Solihin.

Solihin juga mengungkapkan, bahwa bantuan logistik berupa 20 kg beras juga tak pernah dibagikan. “Belum pernah kami terima itu,” tegas Solihin, yang mengaku masih berduka karena ibunya, Samsia, ditemukan meninggal dunia pada saat bencana tsunami melanda desanya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dusus I Waymuli Timur, Sairin. “Dulu kami kami diminta menunggu sebulan. Dan ini sudah lebih dari sebulan, santunan belum cair juga,” tegasnya.

Baca Juga :  Penerapan SPBE Didorong Sampai Daerah

Para ahli waris sudah berusaha meminta penjelasan kepada kepala desa. Namun tak satu pun kepala desa yang dapat memastikan kapan dana itu bisa dicairkan. “Sudah pernah kami tanyakan, pak kades cuma bisa bilang, pencairan tertunda dan Pak Bupati juga belum bisa memastikan kapan dana santunan dapat dibagikan. Kami diminta sabar…sabar terus,” tegas Sairin.

Merasa peduli dan prihatin dengan keluhan teman-temannya, Umar Yadi, salah seorang ahli waris yang sudah menerima dana santunan Rp15 juta, ikut memberikan dukungan kepada ahli waris yang belum menerima.

“Saya memohon, agar pemerintah segera mencairkan dana santunan itu,” harapnya.

Rencananya, jika beberapa hari ke depan, dana santunan masih menggantung, seratusan ahli waris di tiga desa Waymuli Timur, ramai-ramai akan mendatangi kantor bupati dan menyurati Ibu Puan di Jakarta.

Baca Juga :  Usulan Formasi Guru PPPK Diperpanjang 31 Desember

Menanggapi keluhan warga, Ketua DPD AWPI Lampung Hengki Ahmat Jajuli mengatakan akan sekuat tenaga membantu memfasilitasi keinginan ahli waris.

“Kami akan memfasilitasi aspirasi ahli waris ini. Kami ingin masalah ini cepat dibereskan, dan tidak perlu digantung berlama-lama,” tegas Hengki.

Seperti diketahui, empat menteri kabinet kerja datang ke lokasi bencana tsunami Lampung Selatan Selasa (25/12) tahun lalu. Yakni Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Agus Gumiwang, dan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.(iwa)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed