oleh

∎ Inisiator Masyarakat Sandal Jepit │ Bahas LKM Nelayan dengan Jokowi


BANDARLAMPUNG- Serikat Nelayan Lampung berkesempatan menghadiri pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa (22/1). Pertemuan yang dihadiri seluruh serikat nelayan se Indonesia itu membahas terkait kebijakan pemerintah dengan membentuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM) bagi para nelayan.

Wakil Ketua Serikat Nelayan Lampung Abdullah Sani menjelaskan, pembentukan LKM bagi nelayan ini sangat penting, mengingat selama ini yang menjadi keluhan nelayan yakni permodalan.

Untuk itu, jelas Inisiator Masyarakat Sandal Jepit ini, diharapkan dengan terbentuknya LKM ini bisa memberikan ruang kepada nelayan sebagai akses permodalan sesuai kebutuhan.

“Alhamdullilah Presiden Jokowi sangat mendukung apa yang menjadi keluhan nelayan terutama dalam dukungan permodalan,” ungkap Caleg DPRD Provinsi Lampung dari PDIP ini, Kamis (24/1).

Baca Juga :  Warga Sekitar Keluhkan Debu Proyek Perluasan Lapangan Golf Sukarame

Dipaparkan Sani, jika pembentukan LKM yangf merupakan pembiayaan mikro bagi nelayan ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Bunga kredit kepada nelayan sangat kecil hanya sebesar 3 persen. Ini sangat membantu permodalan Nelayan,” ujarnya.

Selain itu, kata Sani, masyarakat nelayan tradisional Lampung yang terkena musibah tsunami Selat Sunda berharap selain dapat bantuan alat tangkap juga dapat bantuan relokasi tempat tinggal juga mempertimbangkan soal pekerjaan yang mayoritas nelayan.
Mengingat masyarakat nelayan ini direlokasi di wilayah perkotaan, sehingga mata pencaharian nelayan ini hilang.

“Korban tsunami yang mayoritas nelayan ini diharapkan dapat perhatian pemerintah daerah untuk mempeertimbangkan soal pekerjaan. Bahwa nelayan sangatlah bergantung hidupnya dengan laut, sehingga rencana relokasi yang menempatkan nelayan di wilayah perkotaan jauh dari laut akan berakibat kehilangan mata pencarian nelayan,” tandasnya.

Baca Juga :  Peringati Dies Natalis ke-52 UIN RIL : Orasi Ilmiah dan Wisuda Daring 

Sani juga menambahkan pemerintah diharapkan menyiapkan lahan untuk relokasi nelayan tradisional ini yang aksesnya tidak jauh dari laut, sehingga tidak mengganggu aktiftas masyarakat sebagai nelayan. (Rls/JJ)>

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed