oleh

KPK Tetapkan Khamami Tersangka

BANDARLAMPUNG- Dari 11 orang yang digiring ke Jakarta terkait OTT, KPK sudah menetapkan lima tersangka kasus suap fee proyek di Dinas PUPR Mesuji senilai Rp1,29 miliar, salah satunya Bupati Mesuji Khamami.

“KPK menetapkan 5 orang tersangka KHM (Bupati Mesuji), TH (adik bupati), SA (swasta), WS (Sekretaris Dinas PUPR), dan K (swasta),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/1).

Dijelaskan Basaria, untuk ke tiga tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1ke 1 KUHP. Ke tiganya yakni, Khamami, Taufik Hidayat (TH), dan Wawan Suhendra (WS).
Khamami diduga menerima Rp 1,28 miliar dari Sibron Aziz melalui sejumlah perantara. Uang itu diduga merupakan fee pembangunan proyek infrastruktur di Mesuji.

Baca Juga :  Yusuf Kohar Dapat Gelar Adat Raja Memerintah Mangkunegara

“Diduga fee tersebut merupakan pembayaran fee atas 4 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh 2 perusahaan milik SA (Sibron Azis),” kata Basaria.

KPK menduga uang itu bukanlah pemberian pertama. KPK telah mendeteksi pemberian sebelumnya sebesar Rp 200 juta dan Rp 100 juta.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (24/1) tim KPK membawa langsung Bupati Mesuji ke Bandara Radin Inten II Lampung Selatan untuk diterbangkan ke gedung KPK Jakarta menggunakan pesawat.

Tim KPK yang membawa Khamamik itu dikawal Satbrimobda Polda Lampung. Keberangkatan tim KPK itu terpantau di ruang tunggu Terminal Khusus VIP Bandara Radin Inten II.

Sejumlah kendaraan kepolisian terlihat parkir area parkir bandara sekitar pukul 11:48 WIB, Khamami terlihat duduk di teras ruang tunggu mengenakan jaket, memakai masker dan berkacamata.

Baca Juga :  LBH Pers Minta AH Cabut Gugatan

Tidak lama kemudian rombongan langsung menuju ruang tunggu VIP Bandara Radin Inten II. Selanjutnya petugas KPK pun langsung mengunci pintu masuk ke dalam ruang tunggu. Di depan ruang tunggu VIP nampak beberapa anggota Satbrimobda Polda Lampung berjaga-jaga dan tak menginginkan awak media masuk.

Sementara, Fauzan Sibron (Caleg DPRD Provinsi Lampung) melalui pers rilisnya memembenarkan jika salah satu keluarganya ikut tertangkap OTT KPK.
“Sampai saat ini kami masih menunggu perkembangan status dari salah satu keluarga kami,” kata Fauzan, dalam rilis yang disampaikan, Kamis (24/1).

Fauzan juga menegaskan jika pihaknya akan menghormati dan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami mohon doanya,” harapnya. (Ria/Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed