oleh

Khamami Ditahan Terpisah

BANDARLAMPUNG- Lima tersangka yang tertangkap OTT KPK, terkait dugaan penyuapan fee proyek Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, ditahan selama 20 hari di lima tempat berbeda.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan jika ke lima tersangka ditahan di rutan terpisah untuk 20 hari.
“Masing-masing Bupati Mesuji Khamami ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Taufik Hidayat di Rutan Polda Metro Jaya, Wawan Suhendra di Rutan Polres Metro Jakarta Timur, Sibron Azis di Rutan Klas 1 Cabang KPK, dan Kardinal diitahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat,” ungkap Febri, di Jakarta, Sabtu (26/1).

Diberitakan sebelumnya, dari 11 orang yang digiring ke Jakarta terkait OTT, KPK sudah menetapkan lima tersangka kasus suap fee proyek di Dinas PUPR Mesuji senilai Rp1,29 miliar, salah satunya Bupati Mesuji Khamami.
“KPK menetapkan 5 orang tersangka KHM (Bupati Mesuji), TH (adik bupati), SA (swasta), WS (Sekretaris Dinas PUPR), dan K (swasta),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/1).

Baca Juga :  Nelayan Kembali Diserang Buaya Pantai Saumil, Polsek Wonosobo Ingatkan Warga Hati-hati

Dijelaskan Basaria, untuk ke tiga tersangka sebagai penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1ke 1 KUHP. Ke tiganya yakni, Khamami, Taufik Hidayat (TH), dan Wawan Suhendra (WS).

Khamami diduga menerima Rp 1,28 miliar dari Sibron Aziz melalui sejumlah perantara. Uang itu diduga merupakan fee pembangunan proyek infrastruktur di Mesuji.

“Diduga fee tersebut merupakan pembayaran fee atas 4 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh 2 perusahaan milik SA (Sibron Azis),” kata Basaria.

KPK menduga uang itu bukanlah pemberian pertama. KPK telah mendeteksi pemberian sebelumnya sebesar Rp 200 juta dan Rp 100 juta.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (24/1) tim KPK membawa langsung Bupati Mesuji ke Bandara Radin Inten II Lampung Selatan untuk diterbangkan ke gedung KPK Jakarta menggunakan pesawat.

Baca Juga :  Herman HN Tegaskan, Tidak Ada Biaya Sekolah di Masa Pandemi

Tim KPK yang membawa Khamamik itu dikawal Satbrimobda Polda Lampung. Keberangkatan tim KPK itu terpantau di ruang tunggu Terminal Khusus VIP Bandara Radin Inten II.

Sejumlah kendaraan kepolisian terlihat parkir area parkir bandara sekitar pukul 11:48 WIB, Khamami terlihat duduk di teras ruang tunggu mengenakan jaket, memakai masker dan berkacamata.

Tidak lama kemudian rombongan langsung menuju ruang tunggu VIP Bandara Radin Inten II. Selanjutnya petugas KPK pun langsung mengunci pintu masuk ke dalam ruang tunggu. Di depan ruang tunggu VIP nampak beberapa anggota Satbrimobda Polda Lampung berjaga-jaga dan tak menginginkan awak media masuk.

Sementara, Fauzan Sibron (Caleg DPRD Provinsi Lampung) melalui pers rilisnya memembenarkan jika salah satu keluarganya ikut tertangkap OTT KPK.

Baca Juga :  Kuota Guru PPPK Bandarlampung Capai 3000

“Sampai saat ini kami masih menunggu perkembangan status dari salah satu keluarga kami,” kata Fauzan, dalam rilis yang disampaikan, Kamis (24/1).

Fauzan juga menegaskan jika pihaknya akan menghormati dan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. “Kami mohon doanya,” harapnya. (Ria/Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed