Pusjianstra Tiba, BPBD Lapor Butuh Alat Berat

14

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menerima kunjungan Pimpinan Pusat Pengkajian Strategi (Pusjianstra) Tentara Nasional Indonesia TNI untuk membahas soal dukungan penanggulangan bencana, Kamis (14/2) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Sena Adhi Wirata mengatakan, pihaknya memang masih membutuhkan dukungan alat berat untuk kesiapsiagaan saat bencana datang.

“Butuh peralatan tambahan, bila terjadi suatu bencana alam yang dahsyat , terutama alutsista darat, laut dan udara yang dimiliki TNI,” kata dia usai rapat bersama Sekdaprov Lampung

Selama ini lanjutnya, ketersediaan alat untuk mengatasi bencana sedang sudah cukup, namun untuk kapasitas bencana yang besar seperti gempa masih membutuhkan support dari berbagai instansi seperti TNI, Basarnas, BNPB dan instansi lainnya.

“Tidak hanya di BPBD, tapi semua harus menjadi satu kesatuan. Kekuatan BPBD saja tentu tidak cukup,” ujarnya.

Sena menambahkan, saat ini TNI sedang memetakan potensi bencana yang ada di Lampung khususnya di Gunung Anak Krakatau (GAK) sehingga dapat diketahui apa saja kebutuhan untuk menghadapi dan menanggulangi bencana kedepan.

“Jelas butuh, tambah besar bencana, tambah besar pula kebutuhan untuk menghadapinya,” tutupnya.

Sementara itu pengajian (Dirjlan) Alutsista pusjlanstra TNI, kolonel laut Yusuf Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari data guna dukungan alutsista yang tepat oleh TNI serta melihat ketersediaan peralatan penanggulangan bencana yang ada di provinsi Lampung. Kayanya

“Mungkin kami menambahkan alat beratnya, truknya Sehingga kita melihat dulu apakah alat-alat nya sudah tersedia di wilayah, jika belum bagaimana pergeseran secara cepat dari pusat maupun kantong wilayah lain digeser ke daerah dengan cepat dan efektif,” ungkapnya

Ia juga mengatakan segala peralatan alutsista diharuskan tersedia guna menghadapi bencana dan bisa digunakan oleh siapa saja dengan melihat kualifikasi bencana alamnya.(ria)