oleh

Lampung Dikepung Banjir, Sekolah, Rumah dan Jalan Terendam

BANDARLAMPUNG- Hujan lebat merata hampir di seluruh wilayah Provinsi Lampung, Sabtu (16/2) sore hingga malam, mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami banjir. Berdasarkan hasil pantauan, tercatat ada lima daerah yang mengalami banjir cukup parah yakni, Bandarlampung, Lampung Tengah, Pringsewu, Waykanan dan Pesawaran.
Di Bandarlampung, banjir terjadi di beberapa titik lokasi seperti di Kecamatan Wayhalim dan Sukarame. Di kelurahan Jagabaya I sejumlah jalan lingkungan terendam banjir yang terparah di Jalan Tidore, air di lokasi ini mencapai ketinggian 1-1,5 meter.

Selain itu, terdapat dua gedung sekolah terendam banjir yakni SMPN 34 Labuhan ratu dan Sekolah Dasar (SD) 3 Jagabaya, serta satu rumah roboh di Kecamatan Labuhan Ratu. Hingga Minggu (17/2) di lokasi banjir Jagabaya I belum ada bantuan dari Pemkot, seperti yang diharapkan warga setempat.
Di Kecamatan Sukarame, banjir terparah terjadi di Kelurahan Waydadi Baru. Sepanjang jalan Nusa Indah, air tergenag hingga memasuki rumah warga. Bahkan komplek perumahan guru ketinggian air mencapai 1,5 meter.

“Kami berharap Pak Walikota Herman HN, meninjau lokasi banjir di Jagabaya. Kami sangat membutuhkan bantuan,” kata Maksu, warga setempat, Minggu (17/2).

Baca Juga :  Gelar Sentra UMKM, Al-Furqon Akan Jadi Destinasi Wisata

Dari Pringsewu, banjir terparah disebabkan jebolnya tanggul bendungan Way Gatol, akibatnya air merendam sejumlah desa. Banjir juga melumpuhkan aktifitas lalulintas, ruas jalan di pusat kota Pringsewu macet tota.

Sebuah pohon mahoni di Jalan Lintas Barat Sumatera, Dusun Wonokriyo tumbang dan merintangi badan jalan nasional tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Lintas Barat Sumatera mengalami kemacetan hingga beberapa kilometer.

Tidak hanya banjir dan pohon tumbang, angin puting beliung pun menyapu Dusun Tambahsari, Desa Tambahrejo Barat, mengakibatkan sejumlah rumah roboh rata dengan tanah.

Beberapa rumah warga dusun setempat yang tersapu angin puting beliung, diketahui milik Dede Nur Alfian, Muchlisin, Romadi dan Sidik, yang kesemuanya rata dengan tanah.
Sedangkan bangunan rumah yang atapnya habis, diantaranya milik Agus, Tasyikin, dan Komarudin.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Ikuti Vicon Rapat Paripurna TMMD ke - 41 TA.2020

Dari Lampung Tengah, banjir juga merendam puluhan rumah warga di Kampung Negara Aji Tua dan Negara Bumi Udik Kecamatan Anak Tuha terendam banjir, Minggu (17/2).

Sekitar pukul 4:15 WIB air datang dari aliran sungai Way Tatayan dan Way Seputih yang meluap hingga merendam sekitar lima puluh rumah di Kampung Negara Ajitua.
Diduga air meluap akibat bendungan Negara Ajitua tak mampu menanpung debit air akibat curah hujan.

Selain rumah warga terendam banjir, jalan poros penghubung Kecamatan Anak Tuha dan Padang Ratu lumpuh total akibat banjir kiriman dari hulu, dan jembatan di Kampung Payung Dadi Kecamatan Pubian ambrol.
Dari Waykanan, banjir menyapu 25 rumah di Kecamatan Negeri Agung, bahkan ketinggian air di laokasi ini mencapai 2 meter. Banjir ini diakibatkan meluapnya aliran sungai Way Besai.

Baca Juga :  Triyono Arifin Kembali Menjadi Ketua DPD AKLINAS Lampung Periode 2020-2025

Sementara dari Pesawaran, hujan deras yang mengguyur sejak sabtu sore hingga malam menyebabkan Sungai Padang Ratu meluap dan mengakibatkan ratusan rumah di Dusun Sindanggarut, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung terendam hingga ketinggian setengah meter lebih atau sepinggang orang dewasa. (Ria/Her/Ren/Sir/Mus/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed