Jika Melanggar, DPRD: Cabut Ijin Carrefour

0
33

BANDARLAMPUNG- Terkait penemuan undang dan kerang busuk yang dijual di Carrefour Transmart Lampung oleh Tim Satgas Pangan Kota Bandarlampung, DPRD menegaskan jika perlu adanya penganan serius soal peredaran makanan khususnya di supermarket. Bila perlu cabut ijin usahanya jika melanggar.

“Dinas terkait harus tegas, apabila ada temuan yang terindikasi melanggar regulasi soal peredaran makanan, mulai dari teguran sampai mencabut izin,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Handri Kurniawan, saat dihubungi via telepon, Kamis (21/2).
Menurutnya masalah obat dan makanan yang di selalu ditemukan adanya persoalan di lapangan, karena pihaknya OPD kota Bandarlampung dan BPOM selaku pemilik hak dan kewajiban dalam hal pengawasan obat dan makanan.

“Dinas terkait maupun BPOM melakukan proses peneguran dan pencegahan setelahnya. Dan hukuman tersebut harus diberikan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, hal tersebut tentunya bisa merugikan dan mengancam kesehatan konsumen,” tegasnya.

Handri juga menyayangkan pihak Transmart Carrefour yang ceroboh telah menjula makanan tidak layak konsumsi.
“Terlebih untuk mall besar sekelas Transmart Carrefour yang diketahui dalam sudah dua kali Sidak terakhir ditemukan persoalan yang sama, yaitu terhadap makanan yang tidak layak konsumsi,” ungkapnya.
Ditegaskan Handri, jika Carrefour untuk segera menarik semua makanan yang tidak layak konsumsi dari peredaran.

“Pihak Transmart Carrefour diminta menarik semua makanan yang tidak layak konsumsi.
“Segera tarik makanan yang tidak layak konsumsi,” tandasnya.
Sementara, pihak Transmart Carrefour melalaui Vice President Corporate Communications Transmart Carrefour Satria Hamid mengatakan, terkait penemuan makanan yang tidak layak konsumen tidak perlu lagi takut belanja di Transmart Carrefour.

“Karena saya sudah mengecek dari kemarin, pemeriksaan terkait makanan yang sudah tidak layak konsumsi, itu bukan busuk tetapi kepala udangnya memerah. Di berita acara juga tidak disebutkan adanya ditemukan benda yang berbau busuk seperti itu. Dan produk tersebut dalam proses untuk kita tarik ke tempat penyimpanan atau gudang,” jelasnya.

Ditegaskannya, jika pihaknya akan menindaklanjuti temuan ini di internal.
”Kami akan mereview kembali pemasok, karena pemasoknya ini dari nelayan dan UMKM kami akan mensortir produk yang masih segar. Kita juga akan menjadi agen pemerintah dalam pengawasan produk dan kami juga meminta kepada pemerintah harus melakukan pembinaan dari sektor hulunya terhadap para nelayan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, hati-hati berbelanja di Carrefour Transmart Lampung, pasalnya Tim Satgas Pangan Kota Bandarlampung, menemukan udang busuk dan kerang tidak layak konsumsi, saat Sidak, Selasa (19/2). Atas temuan itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung mendesak tim Satgas Pangan memberikan sanksi tegas terhadap Carrefour.
“Kami minta temuan ini harus ditindaklanjuti. Harus ada tindakan tegas,” kata Ketua YLKI Lampung, Subadra Yani, Rabu (20/2).

Menurut Subadra, cukup banyak payung hukum yang bisa menjadi dasar pemberian sanksi bagi pelanggar aturan tentang peredaran dan penjualan makanan. Seperti UU Pangan, UU Perlindungan Konsumen, Peraturan Menteri Perdagangan dan aturan-aturan lainnya.

“Banyak payung hukumnya kok. Tunggu apa lagi. Ini temuan serius, jangan cuma pembinaan-pembinaan melulu,” tegasnya.
Pernyataan tegas yang mirip sama juga dilontarkan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Handri Kurniawan.

“Dengan adanya temuan ini, seharusnya pihak terkait lebih serius lagi menggencarkan pengawasan obat dan makanan yang beredar di pasaran.
“Dinas terkait harus tegas. Harus ada sanksi agar kejadian serupa tidak terulang. Apalagi mall Transmart diketahui sudah dua kali sidak ditemukan persoalan yang sama, yaitu terdapat makanan tak layak konsumsi yang dijual.

Temuan udang di Transmart didapati dalam kondisi berpenyakit jamur, serta udang dan kerang yang sudah membusuk ditemukan tercampur dengan yang masih segar. Selain itu ditemukan juga sejumlah produk makanan yang izin edarnya tidak sesuai. (Ria/JJ).

Haluan TV APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here