oleh

Deklarasi Damai Talangsari Dikecam Penggiat HAM

LIMA lembaga kecam Tim Terpadu Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM Kemenkopolhukam yang melakukan Deklarasi Damai” sepihak atas pelanggaran HAM berat “Tragedi Talangsari”.

Lima lembaga tersebut adalah Paguyuban Keluarga Korban Talangsari Lampung (PK2TL), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan (LKK).

Tim tidak melibatkan para korban “Tragedi Talangsari” terkait upaya-upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah terhadap kasus tahun 1989 itu, kata Edi Arsadad mewakili kelima lembaga, Minggu (24/2).

Kelima lembaga mencatat dua poin deklarasi yang tak melibatkan keluarga korban itu, yakni indikasi adu domba warga dengan keluarga korban dan upaya mendeligitimasi hasil penyelidikan projustisia Komnas HAM.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Sambut Tim Wasrik Itjen Kemhan RI

Hasil penyelidikan, “Tragedi Talangsari” adalah pelanggaran HAM berat yang harus ditindaklanjuti ketahap penyidikan dan penuntutan di Pengadilan HAM sesuai UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Keberatan kelima lembaga tembusannya dikirim ke Komnas HAM, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, dan Kemenkopolhukam pada tertanggal 22 Februari 2019 dari Jakarta.

Rabu (20/2), Tim Terpadu Kemenkopolhukam mengadakan pertemuan dengan Pemkab Lampung Timur serta warga yang dianggap tokoh Desa Talangsari. Mereka sepakat “Deklarasi Damai”. [rmol)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed