oleh

Korban Banjir Khawatir Serangan Buaya dan Ular

Cap: Rumah warga di Kabupaten Mesuji Terendam Banjir (Antara Lampung/Raharja)

MESUJI- Hujan deras di Kabupaten Mesuji sejak empat hari lalu masih merendam ratusan rumah warga setempat. Warga korban banjir khawatir akan serangan buaya dan ular.

“Selain itu, warga Mesuji juga mengkhawatirkan serangan buaya atau ular akibat banjir yang menggenangi rumah mereka, ” kata Kepala Desa Labuhan Permai Abdul Kadir,  Minggu (24/2).

Ia mengatakan,  sudah empat hari banjir dan  air belum surut di sejumlah  desa di Kecamatan Way Serdang, Mesuji.

Menurutnya, selain ratusan rumah masih terendam, warga mulai mengkhawatirkan serangan buaya dan ular.

“Ada warga yang pingsan melihatnya,” ujarnya.

Kepala desa itu mengatakan, bahwa warga kesulitan mencari buaya masuk ke permukiman karena kedalaman air akibat banjir masih selutut kaki orang dewasa hingga satu meter.

Baca Juga :  Gelar Sentra UMKM, Al-Furqon Akan Jadi Destinasi Wisata

“Mereka juga direpotkan binatang lain, seperti ular, yang merayap ke lemari dan tempat tidur, ” ujarnya.

Abdul Kadir mengakui daerahnya menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Hujan tersebut,  lanjutnya, juga menggenangi Jalan Kecamatan Way Serdang, yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Selain di Way Serdang, banjir masih menggenangi Dusun Tebing Laut, Desa Talang Batu, dan Tebing Karya Mandari, Mesuji Timur.

Akibat banjir itu, ratusan rumah terendam, termasuk ratusan hektare sawah rusak dan kemungkinan tidak bisa dipanen lagi. (Ant/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed