oleh

Remaja Residivis Nekat Menjambret Ditangkap Massa

Bandarlampung – Jajaran apaarat Polsek Telukbetung Utara mengamankan Arif Lintang (18) residivis, warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang Bandar Lampung.

Dia nyaris diamuk massa saat menjabret seorang perempuan di Jalan Rasuna Said, Kelurahan Gulakgalik, Telukbetung Utara. Pengungkapan kasus itu diekspos pada Sabtu.

Kapolsek Telukbetung Utara Kompol Lumban Gaol mengatakan saat itu korban tengah berdiri di pinggir jalan sambil memegang ponsel. Tiba-tiba datang dua pria menggunakan sepeda motor lalu berhenti di dekat korban.

Salah satu pelaku yang diketahui bernama Arif Lintang turun dari sepeda motor berjalan mendekati korban dan langsung merampas ponsel korban. “Saat itu terjadi tarik-menarik antara pelaku dan korban. Namun pelaku melepaskan genggamannya karena ada dua orang saksi melihat,” kata Lumban.

Baca Juga :  Kejati Periksa Dua Saksi Pemerasa Inspektorat Lamsel terkait DD

Tanpa pikir panjang satu pelaku yang diatas motor bernama Indra langsung tancap gas meninggalkan temannya. Sementara Arif Lintang tidak bisa berbuat banyak lalu ditangkap warga.

Saat itu kebetulan petugas sedang melakukan patroli dan langsung mengamankan pelaku. “Satu pelaku yang kabur diketahui berinisial IN yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Panjang, Bandar Lampung,” kata Lumban.

Sementara itu Arif mengaku malam itu dia minum-minuman keras bersama rekan-rekannya. Kemudian saat pulang melihat korban sedang dipinggir jalan sambil memegang ponsel.

Sehingga timbul niatnya merampas ponsel itu. Dia nekad melakukan hal itu lantaran butuh uang untuk menebus ponselnya yang digadai untuk membeli minuman keras. “Baru satu kali ini pak,” kata Arif Lintang dihadapan petugas.

Baca Juga :  Diduga Aniaya Istri, Ibenu Soleh Diringkus Polisi

Arif Lintang yang pernah dipenjara lantaran kasus narkoba ini kembali meringkuk di sel tahanan. Remaja yang tidak sempat menyelesaikan pendidikan sekolah dasar ini dijerat Pasal 53 Jo 363 KUHP dengan ancaman minimal 7 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. lpro

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed