oleh

Soal Postingan Baleho, Rakhmat Husein DC : Demi Simpati, Yuhadi Seolah-olah Teraniaya

BANDARLAMPUNG- Postingan Caleg DPRD Kota Bandarlampung Yuhadi, di Facebook miliknya, Minggu (24/2) terkait balehonya yang tertempel banner Eav Dwiana, dinilai Rakhmat Husein DC, sebagai sensasi murahan. Terlebih dalam postingan itu Yuhadi menulis “Kok bedas amat ya … berilah teladan yang baik. Bagaimana dengan bawaslu hal yang seperti ini”.
Rakhmat menduga, postingan Yuhadi merupakan balasan atas dugaan Eva Dwiana terhadap dirinya terkait keterlibatan politik uang Pilgub Lampung 2018.

“Soal dugaan keterlibatan Yuhadi pada politik uang, silahkan simak testimoni rekan sesama partai sekaligus sesama anggota DPRD Kota Bandarlampung, Barlian Mansyur, yang sudah tersebar ke publik,” ujar Rakhmad Husein, dikutip dari RMOLL, Senin (25/2).

Eva Dwiana yang juga caleg DPRD Lampung dari PDIP mengkritik Yuhadi yang tidak pernah menghadiri undangan rapat Pansus Politik Uang DPRD Lampung.

Baca Juga :  Herman HN Tegaskan, Tidak Ada Biaya Sekolah di Masa Pandemi

Yuhadi, kata Rachmat Husein, pernah berstatment akan melaporkan Bunda Eva, panggilan Eva Dwiana, ke Polda Lampung atas pernyataan tersebut. Terakhir, Yuhadi seolah “menuduh” Bunda Eva Dwiana telah sengaja merusak balehonya.

Menurut Rakhmat Husein DC, kalimat Yuhadi tentu saja ditujukan kepada Bunda Eva, panggilan Eva Dwiana.

“Yuhadi seolah-olah telah menuding Bunda Eva yang merusak baleho ketua DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung itu,” katanya.
Sebaliknya, Rakhmat menduga banner kecil milik Eva Dwiana yang menempel di Baleho Yuhadi, bisa jadi suruhanya. Upaya itu untuk menarik simpati seolah teraniaya dan dizolimi.

“Benar saja, trik tersebut berhasil menarik simpati nitizen berupa komentar yang memojokan Bunda Eva dan menguntungkan Yuhadi,” katanya.

Baca Juga :  493 Nelayan Dilindungi Asuransi Jiwa : 100 juta Jika mengalami Kecelakaan

“Padahal kalo mau dipikir, apa urusannya atau apa untungnya bagi Bunda Eva menempel bennernya ke Baleho Yuhadi. Alat peraga kampanye (APK) Bunda Eva yang tersebar se-Kota Bandarlampung memakai tiang bambu, bukan memakai tiang listrik atau pohoh,” kata Rachmat Husein.

Dugaan Rachmat, pelakunya merupakan internal atau eksternal Partai Golkar yang ingin menari dalam alunan dendang sisa sisa Pilgub Lampung 2018 menuju Pilwakot Bandarlampung 2020. (Rmoll/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed