oleh

Bawaslu Sambut Baik Peran Mappilu PWI

PERSONEL Bawaslu bukan geng Mak Lampir atau hantu yang bisa menggandakan diri menjadi banyak. Tugasnya maha berat, tapi personelnya terlalu sedikit dan tidak akan mampu melakukan tugas-tugas pengawasan secara maksimal, seperti yang didamba banyak pihak.

“Bayangkan saja, pengawas misalnya hanya satu personel tiap TPS, maka Bawaslu tidak akan mampu kecuali personel kami itu muridnya Mak Lampir dan dia mampu menggandakan diri jadi banyak,” ujar Iskardo dalam Diskusi Publik dengan tema Peran Pers Menangkal Hoaks di Balai Wartawan gedung PWI Provinsi Lampung, Selasa (26/2).

Oleh sebab itu, Komisioner Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar, menyambut baik kehadiran Mappilu-PWI karena tugas-tugas pemantauan menjadi sangat terbantu.

Baca Juga :  Triyono Arifin Kembali Menjadi Ketua DPD AKLINAS Lampung Periode 2020-2025

Iskardo menyebutkan secara umum jelang pencoblosan biasanya situasi masih cukup tenang dan kondusif. “Yang biasanya cukup hangat itu malah pasca pencoblosan. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat termasuk Mappilu bisa mendukung kerja-kerja pemantauan dan kerja Bawaslu,” kata Iskardo.

Kegiatan itu diawali dengan pelantikan Mappilu-PWI se-kabupaten-kota se-Lampung oleh Plt Ketua PWI Nizwar.

Mappilu merupakan pemantau pemilu independen terakreditasi dengan personel dan jaringan terbesar se-Indonesia di pemilu 2019.

“Dengan menggunakan infrastruktur PWI, maka masyarakat yang mengetahui kecurangan bisa langsung melaporkan kepada wartawan anggota PWI, kantor PWI terdekat dan hotline Satgas anti-Kecurangan Pemilu Lampung yang diketuai Andi Panjaitan,” ungkap Ketua Mappilu Lampung Adolf Ayatullah.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Lampung Sahkan Perda AKB

Sebagai pemantau pemilu terakreditasi, laporan akan diproses sesuai peraturan perundangan dan regulasi pemilu. “Kita mengupayakan pemilu yang berkualitas dan bermartabat,” tandas bung Dolof, sapaan dia.(ria)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed