Jejak Politik Andi Arief dari Aktivis, Stafsus, Hingga Dibui

12

POLISI menangkap politikus Partai Demokrat Andi Arief (AA) karena diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Ia digerebek di sebuah kamar hotel kawasan Slipi, Jakarta, pada Sabtu (3/3) malam.

Aktivis mahasiswa angkatan 1998 yang pernah diciduk menjelang pergantian rezim pada Mei 1998 tersebut pernah mencalonkan diri pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung.

Ia mendampingi Muhajir Utomo (calon gubernur) sebagai calon wakil gubernur Lampung lewat jalur independen. Namun, keberuntungan belum berpihak kepada pasangan tersebut.

Setelah gagal meraih kursi cawagub Lampung, ia bergabung dengan Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia dekat dengan pemimpin Partai Demokrat itu saat SBY masih menjabat Pangdam II Sriwijaya di Palembang dengan wilayah Sumbagsel.

Semasa Presiden SBY, AA kerap mendapat posisi dan jabatan politis di pemerintahan SBY. Setelah menjadi komisaris PT Pos Indonesia, Alumni UGM tersebut terakhir menduduki jabatan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Dan terakhir, pria kelahiran Kota Bandar Lampung 49 tahun lalu itu, menjabat sebagai Wakil Sekjen Partai Demokrat.

Pascapenangkapan AA di sebuah kamar hotel di Jakarta, dari pemantauan rumah orangtua AA di Kawasan Enggal, Kota Bandar Lampung tampak sepi-sepi. Memang diketahui, ibu AA saat ini sedang mengalami sakit karena sudah sepuh.

Arief Makhya, bapak AA, cukup dikenal dan dipandang orang Lampung. Beliau memang seorang ulama di Lampung yang juga kritis dan tegas di zamannya.

“Saya tidak menyangka kalau Andi terlibat narkoba. Saya tahu (berita itu) dari media sosial,” tutur Wati, salah seorang tetangga rumah orangtua AA. Menurut dia, AA dikenal biasa saja dan ramah dan sopan kepada yang lebih tua darinya.

Sedangkan rekan AA di Lampung yang tidak mau disebut namanya, membenarkan AA ditangkap polisi. Tapi, ia menyatakan asas praduga tak bersalah tetap dikemukakan. “Tetap memegang asas praduga tak bersalah. Jangan mengada-ada sebelum ada keterangan resmi,” ujarnya politisi di DPRD Lampung tersebut.

Menjelang pileg dan pilpres pada Pemilu 2019, AA kerap aktif memberikan manuver politiknya di akun media sosialnya. “Serangan-serangan” politik AA di status medsosnya kerap menyita perhatian publik tidak saja kalangan masyarakat, tapi juga petinggi negeri ini.(rep)