SGC Kembali Disoal dengan Isu Lama

12

BANDARLAMPUNG – Belasan mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung (Unila) menyambangi Kantor Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Senin (4/3).

Mahasiswa menyoroti hak guna usaha (HGU) PT SGC yang dinilai telah merugikan masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan mahasiswa Rosim Nyerupa menyampaikan empat tuntutan kepada DPRD Lampung.

Pertama, DPRD Lampung mengevaluasi perizinan PT SGC beserta anak perusahaannya dalam pengoperasian perusahaan.

Kedua, meminta DPRD Lampung menekan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung untuk membuka informasi seluas-luasnya terkait luas lahan HGU PT SGC dan mengukur ulang.

Ketiga, mendorong DPRD membuat Perda untuk menyelesaikan persoalan konflik agraria terkait penyerobotan lahan yang diperuntukkan untuk HGU.

Keempat, mendorong DPRD Lampung untuk mengembalikan hak ulayat dan tanah masyarakat yang digunakan PT SGC.

Adalah anggota Komisi II DPRD Lampung Mingrum Gumay didampingi Hali Fahmi, Putra Jaya Umar, dan Dadang Sumpena yang menerima perwakilan mahasiswa.

Menurut Mingrum, pihaknya menerima apa yang menjadi tuntutan mahasiswa tersebut dan akan membawa masalah ini ke dalam rapat pimpinan DPRD.

“Persoalan HGU PT SGC memanfaatkan lahan warga itu memang sudah lama. Jika memang ada dugaan kejahatan korporasi, harusnya negara hadir,” kata politisi PDIP ini.

Menurutnya, apabila ada perbuatan melanggar, semua sama di mata hukum.

“Negara itu bukan hanya presiden. Kapolri bisa. Melanggar tidak ini? Melanggar tidak dengan sila ke lima tentang keadilan sosial,” tegasnya.(rls)