Menunggu Pesawat dari LN Terbang ke Lampung, Ridho: Tunggu Dua Pekan Lagi

0
41

BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo pastikan dalam waktu dua pekan lagi Bandara Radin Inten II Branti, Kabupaten Lampung Selatan ada penerbangan internasional.

Menurutnya, penerbangan internasional merupakan rangkaian sarana dan prasarana dalam terwujudnya Bandara Internasional.

Selain itu, gubernur juga menyampaikan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mendatangi prasasti peresmian terminal Bandara Radin Inten II.
“Dengan adanya penerbangan internasional kita berharap Provinsi Lampung bisa menjadi pusat perekonomian nasional, baik itu dibidang pariwisata, maupun investasi,” papar Ridho pada saat peresmian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bakauheni-Terbanggi Besar, Jumat (8/3/2019) lalu.

Sebelumnya, Pemprov Lampung menyatakan penerbangan perdana Internasional di Bandara Radin Inten II Branti Kabupaten Lampung Selatan akan dilakukan pada Bulan Februari dengan pesawat Wings Air ke Negara Singapura.

Namun disayangkan penerbangan internasional tersebut belum bisa dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qodratul Ikhwan, belum bisa memastikan kapan dilakukan penerbangan internasional.

Sebelumnya dikabarkan status internasional yang disandang Bandara Radin Inten II terancam dicabut kembali setelah ditetapkan sebagai bandara internasional Desember 2018 lalu. Pasalnya, Kemenhub mewajibkan Pemprov Lampung melengkapi sejumlah persyaratan yang sulit dipenuhi dalam waktu dekat.

Upaya Pemprov Lampung untuk mengaktualiasi status bandara internasional menemui hambatan yang cukup berat. Apalagi, Kemenhub terkesan lepas tangan dan membebankan semua persyaratan tersebut kepada Pemprov Lampung yang sepertinya memang tak mampu dapat memenuhinya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mensyaratkan harus ada penerbangan internasional paling telat pada Juni 2019 ini atau dalam kurun 6 bulan pasca ditetapkan sebagai bandara internasional. Jika tidak, maka SK penetapan sebagai Bandara Internasional itu bisa dicabut.

Selain itu masih banyak persyaratan lainnya, mulai dari persyaratan administrasi, infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Masih banyak persyaratan yang harus kita penuhi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung, Qodratul Ikhwan.

Sederet persyaratan itu antara lain,rekomendasi Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), SK Kepabeanan dan Cukai Menteri Keuangan, SK Komite Fasilitasi (FAL) Menhub, Rekomendasi dari Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, Kapolri, dan juga SK Menkumham tentang pengesahan akta TPI di samping peralatan keimigrasian.

Untuk memperoleh semua persyaratan tersebut, lembaga-lembaga terkait mengharuskan bandara memenuhi persyaratan infrastruktur seperti syarat luasan ruangan, komputer, kursi, ac, jaringan internet, genset, lemari dan lainnya.(rls/iwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here