Banjir Waylunik , Warga Minta Tiga Perusahaan Tanggungjawab

15

BANDARLAMPUNG – Puluhan Warga Kelurahan Waylunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung, melakukan demontrasi meminta normalisasi sungai di wilayah mereka kepada tiga perusahaan yakni PT Usaha Remaja Mandiri (Prima Mix), PT Gandapahala Tataperkasa (Gatara) dan PT SMB.

Jumadi (39) salah seorang warga Kampung Sinarbinglu, Kelurahan Waylunik, Senin mengatakan, bahwa akibat aktivitas ketiga perusahaan tersebut menyebabkan pendangkalan dan penyempitan aliran sungai di wilayah mereka.

“Banjir yang mencapai ketinggian tiga meter pada Sabtu malam (9/3) salah satunya disebabkan oleh ketiga aktivitas PT-PT tersebut,” kata dia.
Dia menjelaskan, bahwa material atupun limbah dari ketiga perusahaan tersebut menyebabkan pendangkalan sungai di wilayah mereka sehingga mengakibatkan air meluap parah saat curah hujan tinggi dengan intensitas yang cukup lama.

Jumadi meminta kepada ketiga perusahaan untuk menormalisasi pendangkalan sungai, dan pihak perusahaan tidak lagi membuang sisa material ke sungai agar dapat meminimalisasi kejadian serupa (banjir).
Selain itu lanjutnya, salah satu perusahaan tersebut telah melakukan penyempitan badan sungai hingga menyisakan dua meter di bagian atas sungai yang mengalir melewati Kelurahan Waylaga, Kecamatan Sukabumi dan Waylunik Kecamatan Panjang.

“Sungai ini dulunya lebar, tapi sekarang hanya dibikin dua meter saja, saya tau banget karena dari kecil saya timggal di sini,” kata Robbani (50) warga Waylaga.

Sementara itu Manager Operasional PT Prima Mix ,Ferry mengatakan pihaknya akan segera menanggapi keluhan dari warga setempat namun dirinya meminta untuk ketiga perusahaan yang berkaitan dengan masalah ini dimediasi terlebih dahulu dengan warga untuk mencarikan solusinya.

“Tadi juga Kapolsek Sukarame dan Bhabinkatibmas sudah ke sini, nanti akan dimediasi oleh Lurah ke tiga perusahaan ini dengan warga,” katanya.

Ferdy perwakilan dari PT Gatara menolak dimintai ketaranganya saat menemui warga yang sedang berdemo dan dari PT SMB belum bisa dikonfrimasi hingga saat ini. (Ant/JJ)