Dendi Harapkan Setiap Desa Ciptakan Destinasi Branding

18

PESAWARAN – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona minta setiap desa di Kecamatan Way Lima bisa kembangkan dan maksimalkan potensi daerahnya masing-masing. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Way Lima, di Balai Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima, Senin (11/3).

“Saya minta setiap Desa untuk bisa menciptakan Destination Branding, jadi satu desa satu destinasi, termasuk di Kecamatan Way Lima ini, tapi sampai sekarang belum, makanya saya tunggu,” jelas dia.

Selain itu, kata dia, Kecamatan Way Lima juga diminta untuk bisa mengembangkan ekonomi kreatifnya.
“Saya pernah minta untuk dibuatkan satu tempat khusus untuk menjajakan hasil ekonomi kreatif masyarakat sekitar Kecamatan Way Lima ini, tapi memang terkendala oleh ketersediaan lahan yang dipinggir jalan,” katanya.

“Sebab, diproyeksikan ruas jalan Way Lima hingga Kedondong ini nantinya akan hidup, setelah adanya pembangunan jalan Kedondong-Way Ratai, bisa dipastikan masyarakat akan lebih memilih lewat sini dibandingkan Bandar Lampung, jika ingin menuju tempat wisata kita,” ucap dia.

Menurutnya, banyak potensi yang bisa dikembangkan, namun belum tergali dengan maksimal.
“Saya yakin masih banyak potensi di Desa yang belum kita kembangkan, makanya saya minta Pemerintahan Desa untuk memetakan potensi wilayahnya, dengan melibatkan tokoh masyarakat, karang taruna dan selanjutnya bisa disinergikan dengan BUMDes,” ujarnya.

Dengan begitu, ia mengharapkan, akan ada dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Pesawaran.

“Tujuan dari pengembangan potensi dan ekonomi kreatif ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, jadi saya mau masyarakat Pesawaran ini bisa lebih produktif,” kata dia.

Apalagi, sambungnya, saat ini Pemkab Pesawaran telah mendukung pengembangan potensi dengan merealisasikan program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (GADIS).

“Kita kan ada program untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif ini, salah satunya adalah penambahan modal BUMDes yang sumbernya dari APBD kita, sebesar Rp100 juta per desa, tapi memang belum semua desa setidaknya sudah kita mulai secara bertahap,” tutur dia.

Sementara itu, Camat Way Lima Syukur Saliyak menuturkan bahwa, sejauh ini ada empat desa yang menerima program GADIS tersebut.
“Tahun lalu (2018) memang sudah ada empat desa yang terima program GADIS, mudah-mudahan tahun ini (2019) akan ada enam desa yang menerima program GADIS tersebut dari pak Bupati,” tuturnya. (Toni/Mus/JJ).