Elektabilitas Jokowi Turun TKN Akan Kerja ‘Infantri’

15

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengakui, ada penurunan elektabilitas Jokowi di beberapa daerah di Jawa dan Sumatera. Karena itu, koalisinya akan melakukan kerja-kerja ‘infantri’.

“Tentu antisipasinya kami terus melakukan kerja-kerja infantri dengan door to door di sisa waktu 30 hari,” kata Arsul, Senin, (11/3).

Ia menambahkan, penurunan elektabilitas tak sampai anjlok. Angkanya hanya di bawah tiga persen saja. “Enggak ada rasa khawatir, soal bahwa ada di daerah tertentu elektabilitas (menurun) kami sikapi positif. Positif itu dalam arti kita harus kerja keras lagi secara infantri. Door to door, lebih diintensifkan,” kata Arsul.

Meski begitu, ia menambahkan, ada juga daerah yang menunjukkan elektabilitas Jokowi meningkat. Contohnya, bila dikomparasi pada Pilpres 2014, elektabilitas Jokowi di Jawa Barat meningkat.

“Kan 2014 di Jabar kalah 20 poin kan, itu kalau sekarang itu ada di daerah bahkan Pak Jokowi unggul tapi masih ada yang ketinggalan. Tapi saya kira pada kisaran 3 persen ke bawah,” kata Arsul.

Sementata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily mengakui, ada rasa kekhawatiran penurunan terhadap elektabilitas capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin karena penyebaran berita bohong terutama terkait isu agama. Sebab, kata dia, mobilisasi politik lewat agama masih cukup besar.

“Ya karena begini, kalau sudah sentimen agama yang dipakai untuk menjustifikasi kepentingan politik nyatanya memang di lapangan seperti begitu kan sekarang ini,” kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3).

Salah satu contohnya, kata Ace, penyebaran selebaran bernada politis di masjid. Selebaran itu menyerukan untuk memilih pemimpin pro umat Islam.

“Jadi masih sangat kuat sebagai wadah untuk kepentingan politik ya dan itu saya rasa nyata demikian adanya,” ungkapnya.(dbs/iwa)