Bersama Anak Cucu, Belasan Tahun Armin Tinggal di Gubuk Reyot “Butuh Uluran Tangan Pemerintah”

8

LAMPUNG UTARA-Sungguh miris kehidupan yang dijalani Armin (58) warga Dusun-VI Talang Tengah, Desa Suka Marga, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Betapa tidak, bersama istri, anak dan cucunya terpaksa harus menjalani hidup belasan tahun di gubuk reyot. Saat ini, pedagang bubur kacang ijo ini hanya berharap uluran tangan pemerintah setempat untuk sedikit meringankan beban hidup yang dijalaninya.

“Saya selama ini belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, berharap ada uluran tangan pemerintah. Memimpikan hidup di rumah layak huni, namun apa daya dan upaya,” kata Armin, saat ditemui di gubuknya, Selasa (12/3).

Di kesempatan itu, Armin sedikit berbagi cerita soal perjuangan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan bubur kacang ijo.
“Untuk keperluan makan perharinya saya jualan bubur kacang ijo keliling dengan mengunakan gerobak dan menempuh puluhan kilometer berjalan kaki,” kata Armin, seraya meneteskan ari mata.

Bukan hanya itu kesulitan yang dihadapi Armin, gubuk yang mereka tempati selama belasan tahun itu sudah disingahi rayap yang telah menyelimuti seluruh rumahnya, hingga saat ini gubuk mereka hanya tinggal detik-detiknya akan ambruk.

“Terkadang saat hujan turun air masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.
Bukan tidak mau memperbaiki gubuknya, Armin mengaku tidak memiliki kemampuan lantaran faktor ekonomi yang tidak mendukung.

“Ingin memperbaiki rumah sudah tidak memungkinkan lagi, karena paktor ekonomi yang tidak memadai. Kami terpaksa bersama keluarga harus bertahan di gubuk reyot ini,” ujarnya.

Untuk itu, di kesempatan ini Armin berharap adanya uluran pemerintah. “Saya berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak lain untuk sekedar membantu kesulotan kami,” tandasnya. (Febri/JJ).