Kemendikbud Apresiasi Program Satu Guru Satu Laptop

19

TULANGBAWANG -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi program satu guru satu laptop Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto saat menghadiri launchingKoperasi Bergerak Melayani Warga (BMW) Kependidikan di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala.

Menurutnya, program satu guru satu laptop sangat membantu tenaga pendidik saat menyampaikan pelajaran kepada peserta didik di era digital seperti saat ini.

“Kemendikbud tentu sangat mendukung dan mengapresiasi program satu laptop satu guru ini. Kementerian siap membantu melatih mereka (guru, red) dengan menginstal dan memasukan program-program pendidikan,” katanya saat ditemui media, Selasa (12/3).

Gogot berpesan, bantuan laptop tersebut harus dapat digunakan untuk melayani pendidikan secara input, proses, dan output.

“Input-nya yakni PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) online, prosesnya pembelajaran, output-nya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Jadi pelayanan pendidikan dapat terbantu dengan adanya program ini,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Tulangbawang Winarti menerangkan, untuk sementara guru yang akan menerima bantuan program satu guru satu laptop yakni guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Karena SMA sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi, kita tidak ingin terjadi tumpang tindih program. Seandainya kedepan ada aspirasi akan kita evaluasi,” ungkapnya.

Winarti menambahkan, pada prinsipnya Pemkab Tulangbawang sangat mendukung dunia pendidikan. Menurut mantan ketua DPRD Tulangbawang itu, program tersebut telah terkonsep sejak dahulu.

“Melihat perkembangan jaman di era digital, dunia pendidikan juga akan menuju kesana. Ternyata benar, kita memang sudah program kan sejak tahun 2015 saat saya masih menjadi ketua DPRD,” jelasnya.

Winarti berharap, bantuan ini bisa sangat membantu dunia pendidikan, khususnya di Tulangbawang. (Hartawan/JJ).