Crisna Putra: Peran Media Penting Membangun Demokrasi

10

BANDARLAMPUNG-Peran media sangat penting dalam membangun proses demokrasi menuju Pemilu 2019 damai. Sangat disayangkan, media sosial saat ini cednerung dipergunakan untuk hal tidak baik, seperti menyebarkan berita bohong (hoaks), konten ilegal, ujaran kebencian.

“Penyalahgunaan medsos ini dapat dipidana dan itu sudha diatur dalam UU ITE,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Telematika (Kadiskominfotik) Lampung, Achmad Chrisna Putra, saat diskusi publik AWPI Lampung, di Lamban Kuning, Sukarame, Bandarlampung, Minggu (17/3).

Dijelaskan Crisna, ancaman pidana yang diatur dalam UU ITE yakni, menyebar dan mengirim dokumen elektronik seperti WhatsApp dengan berita hoax , membuat konten yang bisa diakses seperti YouTube dan lain sebagainya yang melanggar, dapat dipidanakan paling lama empat tahun dan paling banyak didenda Rp 1 miliar.

Waspadalah terhadap hoax, saring terlebih dahulu untuk konten seperti itu (hoax), agar tidak menimbulkan yang negatif. Jika terbukti itu hoax, maka si pembuat akan dkenakan hukuman seperti di atas. Apabila menemukan konten-konten tidak sesuai, bisa dilaporkan.
Di kesempatan itu, Crisna mewakili Pemprov Lampung mengapresiasi kegiatan Diskusi Publik AWPI.

“Tidak hanya pemerintah yang turut andil dalam pemilu yang akan datang, tetapi media dan rakyat juga harus peduli, juga sebagai kepedulian media dan juga kita,” ujar Chrisna. (JJ).