Dua Kelompok Berseteru Akhirnya Berdamai

18

LAMPUNG TENGAH- Langkah cepat dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng bersama aparat Kepolisian dan juga TNI untuk menyikapi teradinya bentrok antar dua kelompok warga di Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumiratu Nuban yang terjadi Jumat (15/3) dini hari.

Di komplek rumah dinas Bupati, kedua belah pihak yang terlibat akhirnya melakukan rekonsiliasi perdamaian, Jumat (15/3). Di hadapan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma, dan Dandim 0411 Lamteng Letkol C,Zi Burhanudin kedua belah pihak melakukan penandatanganan perdamaian.

Renkonsiliasi penanda tanganan perdamaian diwakili oleh Tokoh masyarakat Bumiratu, Nawawi didampingi, Kepala Kampung Bumi Ratu M Yusuf serta dari pihak Pambers Diminyati (ketua) didampingi oleh H Umar.

“Saya berharap kedepan semoga tidak akan terjadi lagi perselisihan diwilayah Lampung Tengah, semoga Lampung Aman damai dan Kondusif,”kata Bupati Loekman.

Dalam rilis yang diterima media, sedikitnya ada empat poin penting yang menjadi acuan kedua belah pihak yakni, kedua belah pihak sepakat tidak akan melakukan tindakan pembalasan. Menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian tindak pidana yang terjadi sesuai aturan hukum yang berlaku.

Sepakat tidak akan melakukan pengerahan massa dalam penyelesaian permasalahan dan lebih mengedepankan proses musyawarah dan mufakat.

Kedua belah pihak mensosialiasikan hasil kesepakatan perdamaian kepada masyarakatnya serta dengan adanya perdaiaman ini.
Diberitakan sebelumnya, bentrok antar kelompok warga terjadi di Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lamteng Jumat malam 15 Maret 2019. Bentrok diduga buntut dari perkelahian antara warga Dusun Kebagusan luar dengan warga Dusun I bernama Alwi yang terjadi pada 3 September 2018 lalu.

Dalam kejadian itu, Alwi meninggal dunia akibat tusukan benda tajam. Sementara dari warga Dusun Kebagusan Luar, Yusuf dan Gidon ditetapkan sebagai tersangka. Yusuf dan Gidon oleh pengadilan telah dijatuhi vonis hukuman penjara. Yusuf di ganjar 7 tahun dan Gidon 3 tahun penjara. (Rendra/JJ)