Kinerja Ekspor Impol Lampung Menurun

8

BANDARLAMPUNG – Nilai total ekspor Provinsi Lampung pada bulan Februari 2019
mencapai US$245,99 juta, mengalami penurunan sebesar US$19,43 juta atau turun 7,32 persen dibandingkan ekspor Januari 2019 yang tercatat US$265,42 juta.

Nilai ekspor Februari 2019 ini jika dibandingkan dengan Februari 2018 yang tercatat
US$275,59 juta, mengalami penurunan sebesar US$29,60 juta atau turun 10,74 persen.

Berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menyebutkan lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada bulan Februari 2019 yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; batu bara; kopi, teh, dan rempah-rempah; ampas/sisa industri makanan; dan bubur kayu/pulp.

Penurunan ekspor Februari 2019 terhadap Januari 2019 terjadi pada tiga golongan barang utama tersebut yaitu bubur kayu/pulp turun 20,36 persen; lemak dan minyak hewan/nabati
turun 18,11 persen; dan kopi, teh, rempah-rempah turun 12,20 persen.

Sementara nilai impor Provinsi Lampung Februari 2019 mencapai US$155,20 juta atau mengalami penurunan sebesar US$141,78 juta atau turun 47,74 persen dibanding Januari 2019 yang tercatat US$296,99 juta. Nilai impor Februari 2019 tersebut
masih lebih rendah US$4,78 juta atau turun 2,99 persen jika dibanding Februari 2018 yang tercatat US$159,98 juta.

Dari lima golongan barang impor utama pada Februari 2019, dua diantaranya mengalami
penurunan, yaitu masing-masing ampas/sisa industri makanan turun 62,96 persen pupuk turun 52,00 persen. Adapun golongan barang impor utama yang mengalami peningkatan adalah gula dan kembang gula naik sebesar 6.960,83 persen; kendaraan dan bagiannya naik 285,06 persen; dan binatang hidup naik sebesar 89,25 persen.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada bulan Februari 2019 yaitu ke India yang mencapai US$34,61 juta, Tiongkok US$22,94 juta, Pakistan US$21,96 juta, Amerika Serikat
US$20,97 juta, dan Srilanka US$17,96 juta. Peranan kelimanya mencapai 48,14 persen.
(ilwadi)