“Dampak Jalan Tol Trans-Sumatra” Semoga Pedagang di Jalinsum Tak Tumbang

18

BANDARLAMPUNG -Dampak Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni–Terbanggi Besar (143 kilometer) mulai dirasakan usaha mikro, kecil, dan menengah di sepanjang jalan lintas Sumatra (jalinsum).

Jalur jalan berbayar ini ramai dimasuki kendaraan, terutama oleh kendaraan yang keluar dari kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, tujuan Kota Bandar Lampung.

Situasi yang sama juga terjadi pada arah sebaliknya, dimana kendaraan dari kota-kota di luar Lampung seperti Palembang, Jambi, Padang, Medan, Aceh, dan lainnya, setiba di Kabupaten Tulangbawang menuju Lampung Tengah, langsung masuk pintu tol Terbanggi Besar dan langsung menuju Pelabuhan Bakauheni sepanjang 143 km.

Tampaknya, ruas jalan tol yang hingga kini masih gratis itu betul-betul dimanfaatkan para pengemudi. Entahlah, apakah keramaian ini akan terus terjadi pada saat tol ini tak gratis lagi.

Namun yang pasti, dampak jalan tol telah dirasakan pemilik rumah makan di Jalinsum ruas Kalianda, Lampung Selatan. Sejumlah pedagang mengaku, warungnya mendadak sepi, terutama pada malam hari.

Biasanya mobil bus berhenti di rumah makan pada malam hari sekalian memberikan kesempatan penumpang untuk ke kamar kecil. Tetapi sejak masuk tol, bus langsung melaju ke Kota Bandarlampung, tanpa singgah lagi di rumah makan.

Dampak jalan tol juga memukul UMKM di sepanjang jalinsum ruas Panjang dan Tarahan, Lampung. Para pedagang pinggir jalan yang menyediakan sajian lokal seperti oleh-oleh dan makanan ringan untuk di perjalanan, juga mengalami sepi pembeli. Pelintas kendaraan, baik pribadi, truk, dan bus sudah jarang lewat jalinsum sejak jalan tol dibuka.

“Kendaraan yang melintas hanya yang di dalam kota, sedangkan kendaraan pribadi lintas Sumatra sudah jarang terlihat, mungkin mereka lewat jalan tol tidak lewat jalan lintas lagi,” kata Hadi, pengelola usaha keripik pisang Lampung.

Sebelumnya, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, terbukanya konektivitas JTTS akan membuka pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sumatra. Ridho mengatakan, terbukanya konektivitas melalui pembangunan JTTS ini akan membuka investasi di kawasan Lampung Selatan.

Selain itu, JTTS akan membuka peluang investasi di kawasan-kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik di sektor industri maupun pariwisata.

Ridho juga mengatakan, bahwa tol ruas Bakauheni-Terbanggi akan difungsikan sebagai sistem logistik nasional. Terutama, dalam pendistribusian barang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.(*)