“Tokoh Adat Tuba Kecewa” Ikan ‘Meput Lesung’ Dipenuhi Belatung

21

BANDARLAMPUNG –Acara Meput Lesung yang digelar Pemkab Tulangbawang (Tuba) dalam rangka HUT ke 22, berakhir malu. Dari 2 500 peserta yang terlibat untuk meraih Rekor MURI, mengaku kecewa dengan penyajian ikan bakar yang tidak layak konsumsi, bahkan dipenuhi dengan belatung. Tak ayal, para tokoh adat mencecam kejadian memalukan itu.

Parahnya, selain tidak layak konsumsi ikan bakar yang disajikan sebagai pelengkap kegiatan Muput Lesung itu, dihadiri Ketua DPRD Sopi’i serta Bupati Tuba Winarti dan pejabat di daerah itu serta ribuan pengunjung.
“HUT Tuba kali ini bener – bener membuat citra buruk di masyarakat khususnya pengunjung yang ikut dalam kegiatan muput lesung. Makanan yang seharusnya bisa dinikmati ternyata tak layak untuk dikonsumsi malah sajian ikan bakar penuh dengan belatung, sangat memalukan,” jelas Ansori salah satu pengunjung yang ikut kegiatan itu, belum lama ini.

Dugaan sementara, buruknya sajian makanan yang diberikan kepada para pengunjung tersebut, lantaran kelalaian dari pihak catering makanan. “Bisa jadi pihak catering terlalu serakah dengan mengambil semua pesanan tanpa memikirkan lagi kwalitas dan kebersihan makanan yang diberikan ya ini akibatnya,” imbuh dia.

Malah, lanjut dia, akibat kejadian itu, lesung (gilingan cabe terbuat dari batu,red) yang sengaja dibawa oleh para peserta tidak jadi digunakan untuk membuat sambal. ”Buat apa membuat sambal kalau ikan yang disajikan busuk penuh dengan belatung,” tandas dia.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Lembaga Adat Megaw Pak, Buhori yang hadir dalam kegiatan Muput Lesung itu mengaku kecewa. “Bukan lantaran kita tidak jadi menikmati sajian makanan yang disediakan namun akibat kelalaian ini menimbulkan banyak kekecewaan di masyarakat kepada pihak penyelenggara,” ungkap Buhori.

Kekecewaan sejumlah masyarakat yang menghadiri kegiatan Muput Lesung itu, ahirnya menimbulkan reaksi dan kecaman keras dari beberapa tokoh adat dan masyarakat di wilayah itu.

Tak terkecuali Ketua Umum Lembaga Adat Megaw Pak, Abduracman Sarbini yang notabene-nya mantan bupati dua periode di wilayah itu.
Mance — begitu sapaan akrabnya – mengaku, pihaknya turut prihatin dan sangat menyesalkan atas kejadian itu yang dianggap sebagai kelalaian dari pihak panitia penyelenggara dan pemkab setempat.

“Ini benar-benar sangat memalukan dan membawa dampak buruk kenapa persoalan itu bisa terjadi. Benar-benar tidak profesional pihak penitia penyelenggara dalam mengurus kegiatan tersebut,” kecam Mance, saat ditemui di kediamannya, Senin (18/3).

Sebagai bentuk ketidak profesional dalam merayakan HUT kabupaten, lanjut dia, bukan hanya kegiatan muput lesung saja, tetapi kegiatan lain yang dianggap memalukan tak lain adanya perayaan HUT Tuba yang dicampur aduk oleh kegiatan politik partai.

“Ini perayaan HUT macam apa ya, sudah jelas-jelas kegiatan yang sumber dananya dari APBD daerah kenapa di campur aduk dengan nuansa politik dan kampanye, sebagai pemimpin yang cerdas harusnya bisa mikir dan rakyat bisa paham seperti apa vigur pemimpin yang baik apakah seperti itu,” tandas Mance panjang lebar.

Belum lagi lanjut Mance, pihaknya juga mendapat laporan dari masyarakat yang sempat menikmati hidangan tanpa menyadari adanya belatung sempat keracunan ringan hingga menyebabkan sakit perut.
“Lha ini salah satu akibat dari pekerjaan yang ditangani asal jadi dan terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat. Saya kira masyarakat di Tuba cukup pandai dan sudah pintar melihat sosok pemimpin yang baik seperti apa” tandas dia dengan nada jengkel. (Sul/JJ).