RS.Advent Dan GERKATIN Gelar Pengobatan Gratis

23

BANDARLAMPUNG – Rumah Sakit Advent Bandar Lampung dan The Unspoken Minsitry mengadakan Seminar Pengurangan Resiko Bencana dan pengobatan gratis bagi masyarakat tuli, Minggi (17/3).

Direktur RS. Advent Bandar Lampung dr. Charles Suoth, MARS. melalui Deicy Wenas pendiri The Unspoken Ministy (TUM) menyampaikan dengan bahasa isyarat kepada Susanti Ketua GERKATIN (Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Lampung, layanan kesehatan inklusif sudah menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Rumah Sakit Advent Bandar Lampung akan memberikan layanan dengan membuka akses bagi masyarakat Tuli di Provinsi Lampung dalam bahasa yang terlahir dari budaya Tuli Indonesia yaitu Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia). Rencana akan diluncurkan segera slogan baru “Melayani dengan Bisindo,” serta sistem peringatan dini kesiagaan bencana di RS. Advent pada bulan yang akan datang.

Hari ini, sebagai bentuk kerja sama layanan kesehatan afirmasi yang dilakukan bersama organisasi pendamping masyarakat Tuli TUM, Rumah Sakit Advent memberikan layanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada 70 orang tuli yang datang ke Gedung Serba Guna RSABL untuk mengikuti acara Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Inklusif yang diadakan oleh The Unspoken Ministry bekerja sama dengan Organisasi Kepemudaan Pathfinder.

“Masyarakat Tuli di Lampung perlu mengetahui apa potensi bencana yang ada di Lampung sehingga bisa melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB),” ujar Deicy Wenas, pendiri TUM.

Selama ini masyarakat Tuli yang sebenarnya adalah kelompok rentan dalam masyarakat masih belum mendapatkan akses dalam banyak hal, diantaranya layanan kesehatan dan kebencanaan oleh karena hambatan komunikasi yang dialami mereka.

“Sosialisasi PRB Inklusif adalah upaya menembus sekat yang menghalangi masyarakat Tuli dalam mendapatkan informasi PRB. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan program peningkatan kapasitas melalui pelatihan Relawan Tuli Tangguh Bencana (RTTB)” Deicy menambahkan.

Masyarakat Tuli sendiri selaku penerima manfaat layanan kesehatan dari RS. Advent dan layanan PRB Inklusif dari TUM merasa sangat senang mendapatkan layanan ini. Hal ini disampaikan oleh Susanti, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerkatin Provinsi Lampung. Menurut Susanti, masyarakat Tuli sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh TUM, RS. Advent dan Pathfinder dalam memberikan akses layanan inklusif yang membuat mereka merasa setara. Hal ini disampaikan oleh Susanti dengan menggunakan Bisindo yang dialihbahasakan oleh seorang Juru Bahasa Isyarat (JBI) salah satu bentuk pemberian akses kepada masyarakat Tuli. Wakil ketua DPD Gerkatin Provinsi Lampung, Chandra Wijaya, juga mendukung pernyataan ketuanya, “Kami masyarakat Tuli sangat berterima kasih atas layanan yang ramah Tuli dan tanpa diskriminasi dari TUM, RS. Advent dan semua pihak yang mendukung.”

Kegiatan serupa ternyata sudah lama dilakukan oleh organisasi yang tahun kemarin menjadi delegasi Republik Indonesia dan mendapatkan kehormatan terpilih sebagai Asia Local Leader Champion di pertemuan regional pegiat PRB dalam acara Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction di Ulaanbaatar Mongolia 2018 lalu. Menurut Deicy, The Unspoken Ministry telah memberikan layanan kesehatan afirmasi dan sosialisasi PRB Inklusif di banyak kota di Indonesia seperti, Kupang, Lombok, Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Jakarta, Serang Banten, Batam, Medan, Manado, Poso-Sulawesi Tengah, dan Makassar. “Target kami adalah menjangkau seluruh masyarakat Tuli di Indonesia,” ujar Deicy dengan optimis. (NVM)