oleh

Dugaan Pelecehan dan Asusila, Oknum Dosen UIN RIL Akhirnya Ditahan

BANDARLAMPUNG- Setelah ditetapkan tersangka pada Kamis (21/3) lalu, SH oknum dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Indonesia Raden Intan Lampung (UIN-RIL), akhirnya dijebloskan dalam penjara pada Jumat (22/3).

SH disangkakan melakukan pelecehan dan asusila terhadap mahasiswa EP, saat mengumpulkan tugas. Kini SH resmi menghuni tahanan Mapolda Lampung dan terancam tujuh tahun penjara.

“Naik tersangka setelah tiga hari kita gelar perkara sama pimpinan.
Terus Jumat (22/3) yang bersangkutan kita tahan,” kata Kasubdit IV Renakta Polda Lampung AKBP Ketut Seregig, Minggu (24/3).

Penahanan terhadap SH, setelah tim penyidik memeriksa 12 saksi dan melakukan gelar perkara. Atas perbuatannya SH, dijerat Pasal 290 ayat 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga :  Lampung segera Simulasi Uji Coba Vaksin Covid-19

“Jika lolos, ia dibidik Pasal 281 ke-2 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan
ancaman pidana tujuh tahun penjara. Ya, sesuai undang-undang yang berlaku. Intinya yang bersangkutan sudah kita tahan,” ungkapnya.
Dugaan pelecehan dan asusila terjadi pada Jumat, 21 Desember 2018, sekitar pukul 13.30 WIB. Kejadian berawal saat mahasiswi berinisial EP hendak mengumpulkan tugas mata kuliah.

Korban mendatangi ruangan dosen berinisial SH. “Awalnya saya ngumpul tugas ke ruangan, sebagaimana mahasiswa ngumpul tugas,” kata EP, saat diwawancarai, belum lama ini.

Namun, saat mengumpulkan tugas itu, E mengaku mengalami pelecehan seksual. Mulai dari dagunya dipegang, pipinya disentuh, dan lainnya. Ia lalu melapor ke Polda Lampung dengan pendampingan Damar pada 28 Desember 2018. Laporannya tertuang dalam surat bernomor LP/B-1973/XII/2018/LPG/SPKT. (Rls/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed