oleh

MUI: Golput Haram, Beda Pilihan Sunatullah Jangan Sampai Terpecah Belah

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat Indonesia dewasa dalam menghadapi Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Menurut Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi, berbeda pilihan dalam Pilpres maupun Pileg adalah hal yang wajar.

Karena itu, ia meminta beda pilihan tidak membuat bangsa Indonesia menjadi terpecah belah. “Ya berbeda pilihan adalah sunatullah, tetapi jangan sampai berbeda pilihan bangsa ini jadi terpecah belah,” ujar Muhyiddin saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (25/3).

Ia juga mengajak masyarakat berpikir rasional dalam Pileg dan Pilpres. Selain itu, MUI juga berharap seluruh pihak siap kalah dan siap menang.

Baca Juga :  Saksi Wajib Rapid Test: 1700 TPS x 2 x Rp...., Duite Sopo...!

“Sebagai negara keempat terbesar yang mempraktekan demokrasi adalah Indonesia, jadi kalau gara-gara Pilpres kita berkelahi kayaknya malu, menampar muka bangsa Indonesia khususnya umat Islam,” ujar Muhyiddin

Tak hanya itu, MUI juga meminta seluruh masyarakat Indonesia menggunakan hak pilihnya dalam Pileg maupun Pilpres. Menurutnya, jangan sampai ada masyarakat yang golput dalam Pemilu yang digelar serentak 17 April tersebut.

“Tidak boleh, golput dalam agama tidak boleh. karena bagaimana pun negara ini harus punya pemimpin, golput itu haram,” katanya.

MUI, kata dia, mengimbau masyarakat menggunakan hak pilih di pemilu. Apalagi, ia menilai, pemilu sebagai sarana masyarakat untuk mendewasakan diri serta berpikir dengan menggunakan akal sehat.

Baca Juga :  Pantau, Empat Kecamatan Rawan Politik Uang

Muhyiddin mengatakan jika masyarakat mencari pemimpin yang sempurna, maka akan sangat sulit. Ia mencontohkan di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, hingga Cina, pemimpinnya tak mendapat dukungan sepenuhnya.

“Kalau kita tidak menggunakan hak pilih kita, kalau terjadi chaos, kesalahan anda. Tidak ada (pemimpin yang benar-benar) yang ideal di dunia ini,” kata Muhyiddin.

Kekhawatiran akan praktek golput oleh masyarakat mencuat setelah hasil sigi dari sejumlah lembaga belakangan. Diprediksi di Pemilu tahun ini, angka golput akan meningkat dari angka golput pada 2014 silam sebesar 30,42 persen.
(rep)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed