oleh

Pemkot Gelar Rapat Verifikasi Peserta JKN-KIS

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan rapat koordinasi terkait verifikasi kuota kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bersama BPJS Kesehatan.

Menurut Asisten I Pemerintah Kota Bandarlampung Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukarma Wijaya, di Bandarlampung, Kamis (4/4), rapat tersebut membahas data kuota untuk kepesertaan JKN-KIS di wilayah Kota Bandarlampung.

“Pusat telah menetapkan bahwa sebanyak 63 ribu kuota untuk warga Bandarlampung akan mendapatkan JKN-KIS,” katanya pula.

Ia menyebutkan, dari 63 ribu kuota yang diperuntukkan warga Bandarlampung saat ini baru terisi 29 ribu peserta, sehingga pemkot akan terus memverifikasi data tersebut untuk memenuhi kuota dari pusat.

“Data yang diusulkan pada kami ada sebanyak 77 ribu peserta,” kata dia lagi.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Hadiri Musyawarah Olahraga Indonesia Woodball Asosiasi Pengurus Provinsi Lampung

Menurutnya, data tersebut akan diverifikasi kembali dan yang akan diprioritaskan adalah warga yang tidak mampu dan belum terdaftar dalam kepesertaan JKN dan KIS yang nantinya klaim dan pembayarannya akan dilakukan dari hasil cukai rokok.

Selain itu, kata Sukarma, pihaknya akan memisahkan pengguna JKN-KIS golongan I, II, dan III, dengan tarif berbayar yang berbeda, kemudian yang belum masuk ke dalam JKN-KIS mandiri diutamakan untuk kepesertaan berdasarkan arahan Wali Kota Bandarlampung Herman HN.

“Setelah diverifikasi ada sebanyak 43 ribu peserta sudah terdaftar dalam JKN-KIS mandiri,” katanya lagi.

Dia mengatakan, dari 43 ribu yang sudah terdaftar di JKN-KIS secara mandiri tersebut ternyata banyak dari golongan (kelas) III yang menunggak pembayarannya, sehingga golongan tersebut juga menjadi prioritas untuk masuk dalam kepesertaan.(ant)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed