oleh

Reses DPRD Kota , Warga yang Gelisah Curhat ke Mamesah

BANDARLAMPUNG – Reses ke Kupang Teba, Telukbetung Utara, anggota DPRD Bandarlampung, Grafieldi Mamesah dihujani curahan hati warga setempat. Hampir seluruh sesi tanya jawab diisi oleh curhar soal bantuan pemerintah yang menurut warga entah nyangkut di mana.

“Saya heran, orang-orang dapat bantuan macam-macam. Ada yang dapat BLT, PKH, KIS, dan lain-lain, tapi saya kok tak pernah dapat,” ujar Lasijo, yang berusia lanjut dan hidup ngontrak pada satu kamar di Gg Dahlia.

Lasijo tak sendiri. Hal yang sama juga disampaikan Ibu Asih yang mengaku tak pernah memperoleh bantuan sosial dari pemerintah.

Sembari agak kesal ia mengatakan, “Mendingan enggak usah ada bantuan, kalau dibaginya tidak tepat sasaran. Bagi saya, sembako harga murah sudah cukup,” ujar Ibu Asih.

Baca Juga :  Warga Sekitar Keluhkan Debu Proyek Perluasan Lapangan Golf Sukarame

Hal yang sama juga diungkapkan Ibu Sumarmi. Janda yang tinggal Gg Dahlia ini juga mengeluhkan persoalan bantuan sosial yang tak pernah ia terima.

Menjawab curhat warga, Mamesah mengakui hal itu terjadi karena ada persoalan pada pendataan yang harus diperbaiki oleh dinas sosial.

“Ini akibat pendataan yang tak baik. Kami menyebutknya sebagai pendataan asal nyelonong, tidak melibatkan partisipasi warga dan RT setempat. Petugas pendataan main nyelonong aja, memutuskan tanpa verifikasi dan klarifikasi dengan RT,” ujarnya.

Dia menyarankan warga secepatnya meminta dengan melapor ke RT masing-masing agar masuk sebagai penerima bantuan pada 2020 mendatang.

“Buruan lapor ke RT masing-masing. Mudah-mudahan tahun depan yang merasa berhak bisa menerima,” jelas Mamesah.

Baca Juga :  LBH Pers Minta AH Cabut Gugatan

Reses yang berlangsung di Gg. Nusa Indah ini diikuti lebih dari 50 warga yang didominasi emak-amak. Hadir Wakil ketua DPRD Bandarlampung Nandang Hendrawan dan Ketua RT 12 Pasrah Suyanto. (iwa)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed