oleh

Dua Video Heboh Lambungkan Prabowo

ADA dua berita yang luar biasa menarik, kemarin, Kamis (11/4). Pertama dari dalam negeri,
yakni makin terangnya arah dukungan Ustads Abdul Somad (UAS) dengan capres Prabowo Subianto. Berita kedua, soal dugaan pencoblosan surat suara di Malaysia.

Pertemuan UAS dengan Prabowo Subianto jelas berdampak positif bagi tingkat elektabilitas calon presiden nomor urut 02 itu. Pertemuan dua tokoh besar ini jelas akan menambah gizi hingga memantapkan hati pemilih yang sebelumnya sempat ragu. Apalagi video percakapan UAS dan Prabowo ramai dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video yang telah beredar di media sosial, UAS mengaku awalnya tak mau tertipu dengan penampakan mata yang dilihatnya di berbagai daerah. Yang mana para jemaah selalu mengangkat dua jari, dan meneriakkan nama Prabowo.

Baca Juga :  Sirekap Mobile dan Website KPU Kembali Disimulasi

Bahkan, dalam kesempatan itu, Ustaz Abdul Somad menyebut umat sangat berharap besar pada Eks Danjen Kopassus tersebut.

Sementara pada video lainnya, yang juga ramai di media sosial adalah menunjukkan adanya satu ruangan berisi kantong-kantong plastik terisi penuh surat suara yang sudah tercoblos.
Peristiwanya terjadi di Malaysia, dan kali ini Bawaslu memastikan video surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, bukan berita bohong.

Kejadian ini ditemukan oleh petugas Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuala Lumpur.
“Dari perbincangan yang ada ini bukan hoaks,” kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja.

“Kita harus cek jangan sampai nanti hanya beberapa sampel tapi kemudian merusak semua 5.500 surat suara itu,” sambungnya.

Baca Juga :  KPPS Wajib Rapid: Yang Reaktif Diganti

Atas kejadian ini, Bawaslu meminta KPU untuk menghentikan sementara pemungutan suara di seluruh Malaysia.

“Kami akan meminta KPU menghentikan pemungutan suara di seluruh Malaysia, sementara, sampai semua jelas, ada kegiatan yang terstruktur, sistematis, masif (TSM),” ujar Komisioner Bawaslu Fritz.

Video menjijikan yang datang dari Malaysia tidak saja berdampak negatif bagi kubu 01 (Jokowi-Maruf). Sebab, surat suara yang diduda tercoblos secara tidak sah untuk pasangan 01 itu akan berdampak hilangnya kepercayaan publik terhadap pasangan petahana. Bahkan, peristiwa di Malaysia, jika tidak diungkap sejelas-jelasnya, bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada penyelenggara pemilu dan pemerintah.(ilwadi)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed