oleh

Tidak Transparan, Biaya Berobat di RSMH Pringsewu Disoal

PRINGSEWU- Merasa tidak mendapat kejelasan dari pihak RS Mitra Husada (RSMH) Pringsewu terkait perincian biaya perawatan medis, Ikwani orang tua pasien menilai RSMH tidak transparan dalam menentukan biaya perobatan. Terlebih, dalam nota tagihan tersebut biaya yang tidak jelas.

Menurut Ikwani yang juga anggota DPRD Tanggamus ini, dirinya sangat kecewa atas pelayanan administrasi yang sangat tidak transparan
Ia mengungkapkan kekesalanmya terhadap pelayanan RSMH yang menurutnya tidak transparan juga terkesan menutup nutupi saat dimintai rincian biaya rawat inap selama di RSUD Mitra Husada.
Sebagai rumah sakit terbesar di daerah , tentunya harus diperbaiki lagi dalam pelayanan juga administrasi.

“Kemarin pagi anak saya dirawat di rumah sakit ini, dan alhamdulillah sekarang sudah sehat, namun saat anak saya akan membayar biaya tagihan, hanya diberi kopelan seperti ini (sambil menunjukan lebaran tagihan) tanpa ada rincian). Saat itu anak saya meminta penjelasan rincian hanya dijawab bahwa ini sudah menjadi aturan rumah sakit.” kata Ikhwani.

Baca Juga :  Warga Desa Cempaka Ucapkan Terimakasih Karena Dibuatnya Kantor Desa Menyerupai Istana Negara

Seharusnya lanjut Ikhwani, di jaman yang tranparan ini tagihan yang dibebankan kepada konsumen atau pasien harus jelas.
“Ini kan tidak, jumlahnya glondongan tanpa ada rincian, makanya saya minta kepada rekan-rekan media untuk menelusuri persoalan ini, kita ada kekhawatiran jika ini dibiarkan maka akan ada korban-korban yang lain,” pinta Ikhwan.

Sementara di tempat yang sama, Manager Bidang Pelayanan Pasien RSMH Ferdinan enggan memberikan jawaban saat ditanya wartawan dengan alasan tidak memiliki wewenang untuk menjawab.

“Untuk jelasnya kita ke atas dahulu untuk duduk bareng, ada atasan saya untuk klarifikasi,” ucap Ferdinan sambil berlalu
Setelah beberapa waktu Ferdinan kembali menemui awak media, mengaku bahwa pimpinan (direktur) tidak ada di tempat.

Baca Juga :  Tebar Benih Ikan, Gubernur Ajak Masyarakat Lestarikan Sumber Daya Alam di Tulangbawang

Ia menjelaskan, terkait hal ini memang dalam aturan BPJS, bila pasien naik dari kls 1atau 2 biaya akan dinaikan menjadi 75% bila naik ke VVIP, itu sudah sesuai aturan dari BPJS,” jelasnya.

Dan ia juga menjelaskan bahwa Direktur RS Mitra Husada tidak ada di tempat, juga tidak dapat menemui awak media. (Her/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed