AWPI Lampung Utara Akan Kawal Dugaan Pungli PKH

11

Lampung Utara – Dugaan pungli Program Keluarga Harapan (PKH) Lampung Utara, membuat resah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diwilayah Bumi ragam tunas Lampung,

“Dugaan pemotongan atau pungli terjadi dalam penyaluran dana PKH di Kabupaten Lampung Utara, semakin memperhatinkan, ini harus segera disikapi dan dilakukan penyelidikan oleh aparatur penegak hukum, baik itu Kejaksaan maupun kepolisian”, ungkap Chandra Guna, SH kepada sejumlah awak media di kantor AWPI. Selasa (16/4/2019).

Chandra yang merupakan Ketua LBH Pengayom sekaligus tim Advokat Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung Utara, berharap agar pihak penegak hukum lebih serius dalam menangani Bantuan Sosial (Bansos) Kementerian Republik Indonesia.
“Saya harap pihak aparatur penegak hukum jangan hanya diam saja atau nunggu laporan, ini sudah nyata dari keadaan yang ada baik pemberitaannya maupun investigasi di lapangan, bahwa ada dugaan pemaksaan pembelian buku dan hal-hal yang lain yang jumlahnya cukup signifikan untuk perorangan penerima bantuan tersebut”, katanya Chandra.
Disinggung upaya selanjutnya yang akan ia lakukan dalam menyikapi permasalahan ini, lagi-lagi pria alumni Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Kotabumi tersebut, akan segera berkoordinasi kepihak Aparat terkait, kalau masalah ini tak juga menjadiperhatian khusus dirinya akan laporkan kepihak yang lebih tinggi lagi, Tegas Dia

“Yang pasti dengan berbagai keluhan masyarakat penerima PKH ini, kita akan mengawal sampai ada ketegasan apa langkah yang akan disikapi oleh para pihak terkait dan ini akan kami buktikan, bahwa Organisasi kami berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan masyarakat yang dirugikan, apa lagi mereka penerima PKH ini nota bene adalah masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan, itu komitmen kami bersama DPC AWPI Lampung utara, bila perlu akan kami kawal hingga pusat, Tegas Chandra

sebelumnya, diberitakan, kemarin (15/4), Kepala Dinas Sosial Lampung Utara, Hi. Erwinsyah, saat disinggung terkait penebusan Buku FDS, yang diungkapkan oleh salah satu ketua kelompok PKH di Desa Kamplas, dengan tegas Erwan membatah kalau dirinya tidak memaksakan.
“Saya tidak pernah menghimbau atau menyuruh untuk penebusan buku, itu sudah saya tekankan dengan para pendamping, jangan pernah memaksa dan menekan KPM, soal penebusan Buku FDS, siapa yang mau, yang tidak mau jangan di paksa”, pungkasnya. (def/hk)