oleh

Sidang Artis VA, Mengaku Pekerjaannya Dirahasiakan

SURABAYA – Artis VA, terdakwa perkara penyebaran konten asusila, tidak ingin pekerjaannya di Surabaya 5 Januari 2019 lalu diketahui oleh kekasihnya, Bibi Ardiansyah sehingga dirahasiakan.

Yang diketahui kekasihnya, VA ke Surabaya untuk MC di suatu acara di Surabaya Town Square (Sutos). Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum Dhini Ardhiani, artis VA sempat meminta kepada ES mucikarinya, untuk merahasiakan pekerjaannya di Surabaya saat itu.

“Berkomunikasi lewat chatting WhatsApp, terdakwa meminta ES merahasiakan pekerjaannya di Surabaya,” kata jaksa Dhini saat sidang dakwaan, Rabu (24/4/2019) di Pengadilan Negeri Surabaya. Padahal, kata Dhini, terdakwa dengan sadar mengakui jika pekerjaannya di Surabaya melayani pria pemesan untuk layanan seksual.

Baca Juga :  Ricuh Akibat Saling Klaim Lahan Sawit, Satu Warga Tertembak Hingga Tewas

ES kemudian mendampingi artis VA saat berada di Surabaya. Keduanya membuat janji untuk bertemu di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan bersama-sama terbang ke Surabaya dengan pesawat Batik Air.

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa disebutkan, jika artis VA yang meminta kepada ES untuk dicarikan pekerjaan melayani kencan dengan pria dalam waktu tertentu. “Artis VA beralasan sedang membutuhkan uang untuk pesta ulang tahun, karena sebagai artis dia mengaku sedang sepi job,” ujar Dhini.

Oleh ES, keinginan terdakwa tersebut lantas diteruskan kepada beberapa mucikari lainnya seperti TN, F, dan N, hingga terjadilah transaksi dengan seorang pria berinisial RS di Surabaya pada 5 Januari 2019.

Dalam transaksi tersebut, disepakati harga sebesar Rp 80 juta, dan artis VA mengaku mendapatkan Rp 35 juta. Ternyata, aktifitas prostitusi itu tercium polisi. Artis VA digerebek saat sedang bersama pria di dalam kamar di Hotel Vasa Surabaya.

Baca Juga :  Diduga Aniaya Istri, Ibenu Soleh Diringkus Polisi

Kata Dhini, perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Jo. Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. kps

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed