oleh

Warga Bangun Rumah Nanok Korban Longsor

PESAWARAN – Masayarakat Desa Kebagusan, gotong royong bersama bangun rumah Sunarno (Nanok) yang menjadi korban longsor.
Sunarno (61) warga Dusun Kebagusan II, Desa Kebagusan yang menjadi korban longsor menuturkan, kejadian longsor tersebut terjadi pada Selasa (23/4), sekitar pukul 11:00 WIB.

“Awalnya sebelum longsor, kayu di bagian dapur dan kamar mandi bunyi kretek-kretek, terus anak saya keluar, enggak lama kemudian, dapur dan kamar mandinya roboh ke bagian bantaran sungai,” jelas Nanok, sapaan akrab Sunarno, saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/3).

Dikatakan dia, usai kejadian itu, Kepala Desa Kebagusan, Tohir datang bersama aparatur Desa setempat dan memberikan bantuan berupa semen pasir dan batu bata, untuk memperbaiki rumah yang rusak tersebut.
“Ya Alhamdulillah mas, banyak warga yang membantu, ada yang ngasih semen, pasir dan bata, bahkan tenaga juga untuk membantu membangun rumah saya yang rusak,” kata dia.

Baca Juga :  Sah, APBD 2021 Lampung Tengah Rp2,4 Triliun

Ia berharap, Pemerintah dapat membangun bronjong di bagian dinding sungai, agar tidak terjadi lagi kejadian yang sama, karena banyak warga yang bertempat tinggal di bantaran sekitaran bantaran sungai.

“Saya minta tolonglah sama pemerintah, bisa membangun bronjong, biar tidak ada kejadian longsor – longsor lagi,” terang dia.
Sementara itu, Kepala Desa Kebagusan, Tohir mengatakan, kejadian longsor yang terjadi di desanya tersebut merupakan musibah. Selaku aparatur pemerintah yang ada di desa, ia langsung berkoordinasi bersama semua aparatur desa setempat, untuk berdiskusi memberikan bantuan kepada Sunarno.

“Ya semua aparat kita panggil, kita cari solusi untuk meringankan beban masyarakat yang sedang dalam musibah, dan baiknya masyarakat tanggap dan memberikan macam-macam bantuan yang menjadi keperluan pembangunan rumah milik Sunarno itu,” terang Tohir saat meninjau lokasi rumah longsor tersebut.

Baca Juga :  Ambisi Irsan: Pintu Masuk Kabupaten akan Jadi Pusat Kegiatan

Kemudian, lanjut dia, guna mengantisipasi kejadian yang sama, dimana kondisi cuaca saat ini sering hujan, tak hanya dapur yang diperbaiki, namun rumah Sunarno yang masih terbuat dari Gerubik juga sekalian diperbaiki dan dibangunkan dengan batu bata.

“Pada Rabu kemarin, masyarakat sudah bergotong royong, membangun pondasi rumah, dan nantinya atas kepedulian warga setempat, sekalian kita bangunkan dinding rumahnya biar lebih kokoh,” jelas dia. (Toni/Mus/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed