AWPI Sambangi Mapolres Lampung Utara

31

KOTABUMI,Haluanlampung.com – Dewan Pengurus Cabang, Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, dipimpin oleh ketuanya Deferi Zan, Sambangi mapolres setempat pada selasa (30/04/19).

Kedatangan Pengurus AWPI diterima langsung oleh Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono,S.I.K., diruang rapat kapolres.

“Maksud kedatangan pengurus AWPI Lampung Utara ini guna melakukan audensi dan memperkenalkan kepengurusan AWP Kabupaten Lampung Utara Priode 2019-2021,” terang Defri Zan.

“AWPI akan selalu bersinergi dengan aparat kepolisian dan bersama- sama meminimalisir berita hoax agar dapat membangun Kabupaten Lampura bebas dari informasi bohong (Hoax),” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Kapolres mengucapkan terimakasih atas kehadiran rekan-rekan AWPI Lampung Utara yang telah bersilaturahmi serta kunjungannya ke Mapolres dalam rangka audensi, juga memberikan apresiasi dan berdirinya sejumlah organisasi kewartawanan di Kabupaten Lampung Utara Khususnya Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI).

“ Semoga dengan Kebersamaan yang telah terbangun selama ini antara pihak kepolisian dan para wartawan dapat terus terbangun dengan baik, dan lebih ditingkatkan lagi,” tegasnya.

Tambahnya, Kapolres juga mengharapkan seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Lampung Utara untuk terus menjadi mitra Kepolisian dalam membangun dan mengupas segala persoalan yang ada di Kabupaten yang tercinta ini.

“Intinya, ada keselaran dalam bertugas dan saling mendukung antara tugas kepolisian dan para wartawan,” imbuh Kapolres.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga menegaskan, dirinya akan menampung aspirasi maupun laporan dari elemen masyarakat.

” Saya sebagai Kapolres Lampung Utara akan memberikan yang terbaik di Kabupaten  dari sisi laporan masyarakat, Karena polisi teq line nya adalah melayani, Melindungi dan mengayomi serta juga memberi solusi dalam segala laporan dari masyarakat,” tutupnya.

Selain itu Kapolres Lampung Utara juga berpesan agar tetap menjaga sinergitas,kekompakan antara AWPI dengan Kapolres Lampung Utara,serta berharap agar dalam penyampain informasi tetap berimbang dan transparan sebagaimana yang selama ini sudah dilakukan,” pungkasnya.

Masih dikesempatan yang sama,Ketua Advokasi Hukum dan Ham Candra Guna,SH menjelaskan,Undang – undang pers Nomor 40 tahun 1999 adalah undang- undang yang mengatur tentang prinsip, ketentuan dan hak-hak penyelenggara pers  di Indonesia,” ungkapnya.

Di bidang jurnalistik, kode etik sangat diperlukan karena adanya tuntutan yang sangat asasi, yaitu kebebasan pers. Tetapi terkadang oknum wartawan cenderung lupa atau sengaja melupakan hak orang lain sehingga merugikan profesinya juga. Kode etik merupakan panduan etika kerja sekaligus panduan moral yang disusun dan ditetapkan oleh organisasi profesi.

” Wartawan memiliki dan wajib menaati kode etik jurnalistik. Kode etik jurnalistik membatasi wartawan tentang apa yang baik dan tidak baik diberitakan. Kode etik jurnalistik sebagai acuan dasar yang berisi pedoman etika dalam pelaksanaan tugas dan perilaku jurnalistik. Karena itu, sanksi bagi pelanggarnya diberikan oleh asosiasi profesi wartawan bersangkutan. Sanksi ini lebih bersifat moral. Wartawan yang melanggarnya akan disebut tidak bermoral, dikucilkan dari kehidupan media pers atau diskors,” tuturnya.

Tak dapat dipungkiri, dewasa ini masih sering ditemukan pelanggaran-pelanggaran kode etik yang sering terjadi. Nah, bila ada oknum wartawan yang melakukan tindakan memaksakan kehendak dan berlagak sebagai penegak hukum, laporkan ke pihak AWPI. Nah, bila terbukti oknum tersebut melakukan pelanggaran kode etik dan yang bersangkutan adalah anggota AWPI, niscaya secara organisasi akan dilaporkan ke DPD AWPI Provinsi. 

“Dewasa ini, kepada para pimpinan OPD, para kepala sekolah maupun masyarakat, bila ada oknum yang mengatas namakan dirinya sebagai wartawan dan melakukan tindakan pelanggaran kode etik jurnalistik, yah laporkan ke DPC AWPI Lampung Utara,tidak usah ragu-ragu, sepanjang terjadi pelanggaran kode etik jurnalistik, kami akan bertindak tegas,” tegas Candra Guna. (Febri)