oleh

BBPOM Ungkap Hasil Kegiatan Triwulan Tahun 2019

Bandarlampung-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Bandar Lampung menggelar press confrerence terkait Hasil Pengawasan Obat dan Makanan pada periode triwulan di tahun 2019, Selasa (30/4).

Kepala BBPOM di Bandar Lampung Samsul Liani mengungkapkan bahwa dari hasil kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan Balai Besar POM di Bandar Lampung selama periode Januari sampai dengan April 2019 sebagai berikut : 2 (dua) perkara Pro Justicia yaitu sarana Depot Jamu di Bandar Lampung yang mengedarkan/menjual Obat Tradisional Tanpa ljin Edar (TIE) sebanyak 76 item (3903 pcs) dengan nominal Rp. 46.679.900 dan sarana distnbusi Kosmetika mengedarkan/menjual Kosmetika TIE sebanyak 47 item (596 pcs) dengan nominal Rp. 15.507.000 dan Obat TIE sebanyak 1 item (6 pcs) dengan nominal Rp. 270.000. Total 124 item (4.505 pcs) dengan nilai nominal Rp 62.456.900.

Pengamanan ketersediaan Farmasi dan Makanan llegal scbagai berikut Obat Keras yang dijual tanpa kewenangan tenaga kefarmasian, TIE (Tanpa lzin Edar), kadaluarsa dan rusak berjumlah 185 item (3664 pcs) dengan nominal harga Rp 15.567.000; Kosmetika tanpa ijin edar/illegal sebanyak 383 item (4417 pcs) dengan nilai nominal Rp 84.117.500`, Obat Tradisional tanpa ijin edar/illegal dan / atau mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berjumlah142 item (4.821 pcs) dengan nilai nominal Rp47.100.000 dan Produk Pangan TlE (Tanpa lzin Edar), kadaluarsa dan rusak bejumlah 59 Item (1688 pcs) dengan nominal harga Rp 91.184.600. Total 769 item (14.590 pcs) dengan nilai nominal Rp 237.969.100. Schingga total keseluruhan berjurrlah Rp 300.426.000 

Baca Juga :  4.988.624 Dosis Vaksin Covid-19 Masuk Lampung

“Untuk awal tahun 2019 jumlah item produk obat dan makanan yang ditemukan tidak memenuhi ketentuan mengalami penurunan, baik dari jumlah item maupun dari nilai keekonomian. Dengan menurunnya jumlah temuan obat clan makanan diharapkau tingkat kejahatan di bidang Obat dan Makanan akan menurun pula,” ujarnya 

Di tahun 2018 hasil pengawasan temuan obat dan makan tidak memenuhi ketentuun yang terdiri 1.724 item yang terdiri dari 130.388 kemasan. Produk hasil pengawasan yang diamankan terdiri dari Chat 306 item sebanyak 50.984 kemasan, Obat Tradisional 213 item sebanyak 8.799 kemasan, Suplemen Kesehatan terdiri 2 item sebanyak 108 kcmasnn, Kosmetik 926 item sebanyalc 58.365 kemasan dan Pangan 276 item sebanyak 12.052 kcmasan, termasuk 1 item produk sebanyak 100 kardus Pangan kedaluwarsa basil pengawasan Kantor Badan POM di Kabupaten Tulang Bawang senilai 80 juta rupiah, perkara yang ditangani secara Pro Justicia sebanyak 10 perkara. serta total nilai keekonomian yang obat dan makanan yang dimusnahkan scnilai 12,8 milyar rupiah. 

Baca Juga :  KPPS Wajib Rapid: Yang Reaktif Diganti

” Saat ini kejahatab di bidang obat dan makanan semkain berkembang menggunajan modus baru yang mampu menyasar bernagai aspek melalui individu-individu secara online dan media sosial, sehingga menciptakan dampak negatif secara masif baik langsing mauoun jangka panjang terhadap apek kesehatan ekonomi, hingga sosial masyarakt.

Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat menambahkan bahwa, penemuan yang dilakukan BBPOM di Bandar lampung  ini adalah suatu persertasi dalam pengawasan obat dan makanan yang ada di Lampung. Namun demikian pengawasan ini harus lebih di tingkatkan lagi bentuk pengawasanya.

“Untuk masyarakat juga harus berperan aktif dalam melakukan pengawasn obat dan makan. Pemprov Lampung juga terus berupaya melakukan korrinasi bersama dinas ketahan pangan untuk melakuka  penindakan terhadapat distributor dan farmasi,” ungakpanya.

Baca Juga :  Triyono Arifin Kembali Menjadi Ketua DPD AKLINAS Lampung Periode 2020-2025

BBPOM mengimbau kepada masyarakat menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat “Cek KLIK”. Pastikan Kemasan dalam kondisi balk, baca infonnasi produk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar dan pastikan tidak melebihi masa Kadaluarsa, karena pengawasan obat dan makanan adalah tanggung jawab Rita bersama. Masyarakat juga bisa mengecek legalitas produk obat dan makanan melalui website Badan POM atau aplikasi androit ‘°CekBPOM”. 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM di nomor telepon 1-500-533, sms 0-8121-9999-533, email (ria)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed