oleh

Waspadai Gejolak Inflasi

BANDARLAMPUNG – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung mengingatkan seluruh stakeholders harus mengupayakan pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri.

Kepala Kantor Perwakilan BI di Lampung Budiharto Setyawan juga meminta
seluruh pemerintah kabupaten/kota berperan aktif menjaga stabilitas inflasi agar tidak berdampak buruk di masyarakat.

“Sesuai arahan Menko Perekonomian, upaya untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di antaranya mengintensifkan pemantauan pergerakan harga kebutuhan bahan pokok, memastikan ketersediaan stok dan pasokan bahan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Budiharto, harus dilakukan langkah-langkah korektif atas indikasi adanya ketidakwajaran kenaikan harga, gangguan distribusi, kekurangan stok dan penimbunan.

Juga melakukan moral suasion atau mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi dalam rangka membentuk ekspektasi masyarakat atas harga bahan pangan.
“Hal lain yang harus dilakukan, adalah mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) maupun kegiatan pasar murah,” tuturnya.

Baca Juga :  Riana Arinal Ajak Kabupaten/Kota Tingkatkan Akses Layanan di Segala Lapisan Masyarakat

Sejurus dengan BI, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo juga mendesak pemerintah kabupaten/kota meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi serendah-rendahnya. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Lampung di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Selasa (30/4/2019).

Dalam rapat tersebut, Ridho mengatakan inflasi Lampung menunjukkan tren menurun, yaitu berada pada angka 2,73 persen atau berada dalam kondisi terkendali. Level ini berada di bawah tingkat inflasi nasional yaitu sebesar 3,5 + 1 persen.

Menurut dia, penekanan inflasi harus memastikan seberapa besar dampak positif yang dirasakan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya sebagai impact dari pembangunan.

Sebab menurutnya, salah satu parameter kesejahteraan adalah ketersediaan kebutuhan pokok yang mudah diakses oleh masyarakat.

Baca Juga :  Proyek Embung Lapangan Golf Cemari Lingkungan

“Sebagai pemangkukepentingan sudah semestinya kita menjadikan bulan suci Ramadan dan Lebaran sebagai bulan relaksasi bagi masyarakat. Saya berharap kita semua membangun konektivitas dan program yang terintegrasi untuk mengontrol ketersediaan pangan dan pengendalian harga-harga kebutuhan pokok bagi masyarakat,” katanya.(ria)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed