Dikritik Agum Gumelar! , Yusuf Kohar Jadi Malu

26

WAKIL Walikota Bandarlampung Yusuf Kohar mengaku malu dengan kondisi masih rendahnya capaian pembangunan kota ini dibanding kota-kota lain di Sumatera dan Pulau Jawa.

Menurut dia, hal ini dipicu masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga berdampak tidak seimbangnya pembangunan untuk masyarakat.

“Harus disadari bahwa kondisi PAD Kota Bandar Lampung belum dapat dimaksimalkan dalam membantu setiap program pemerintah melalui OPD terkaitnya. Faktanya jika hujan kota kita masih banjir. Pusat masih menyebut kota kita kotor,” tudingnya.

Dia mengaku , dengan posisi saya sebagai wakil walikota, sulit baginya menjawab kritik banyak pihak terkait predikat kota terkotor yang disandangkan kepada kota ini.

Yusuf mengaku, dalam sebuah kesempatan, ia harus menanggung malu dengan kritikan Agum Gumelar yang menyebut kota ini kotor benar.

“Saya sebagai wakil walikota ikut terpukul. Orang taunya saya wakil walikota, artinya bagian dari pemerintahan. Ini harus jadi perhatian kita,” katanya.

Yusuf Kohar menjelaskan era saat ini, model Smart City di Kota Bandar Lampung harus sudah berjalan. Terutama bagaimana meningkatkan pelayanan dan fasilitas umum bagi publik di Kota Bandarlampung.

“Caranya sederhana, pajak dan retribusi kita sudah serba online, tinggal pemanfaatan yang tepat sasaran. Hasil retribusi, pajak, digunakan untuk pembangunan kota. Jalan rusak diperbaiki tapi dengan kualitas baik, jangan tiga bulan rusak lagi, irigasi irigasi diperbaiki. Karena pajak dan retribusi itu yang untuk kembali pada pembangunan,” kata Yusuf Kohar.

Yusuf Kohar mengaku iri ketika melihat kemajuan pesat Kota Palembang, Banyuwangi, Jember, dan kota-kota di daerah lain, yang mampu maksimal membangun daerahnya.(iwa)

Haluan TV APK