Identitas Ganda Caleg Mesuji Ditanya Media

29

MESUJI—Kritik pedas terhadap lembaga penyelenggara pemilu dilontarkan oleh Rahno Ponco Widodo selaku wakil ketua Dewan Pengurus Cabang Asosiasi wartawan profesional indonesia mesuji (DPC AWPI Mesuji) dalam agenda Media Gethering pada hari selasa 14/5 bertempat di aula rumah makan citra intan Desa Simpang mesuji kecamatan simpang pematang.

Hal ini terkait adanya indakasi identitas ganda salah satu kandidat peserta pemilu legislatif 2019.
Pria yang akrap dengan panggilan Rado ini meminta kepada pihak penyelenggara pemilu baik Komisi pemilihan umum daerah (KPUD) mesuji maupun badan pengawas pemilu (BAWASLU) kabupaten mesuji untuk segera menyampaikan kejelasan terkait hal tersebut.

” kami pihak media sampai saat ini masih menunggu peranan penyelenggara untuk menjelaskan tentang adanya indikasi dari mulai dugaan identitas ganda hingga proses yang telah dilakukan pihak bawaslu maupun kpu sejauh mana, jika benar sampaikan kepada publik tapi tentunya benar yang memeng berdasar pada regulasi yang ada, ” tegasnya.

Tak hanya itu, Rado juga menyayangkan adanya ketidak transparanan informasi tentang permasalahan ini, hingga di khawatirkan nantinya dapat menimbulkan adanya persepsi bahwa pihak penyelenggara condong kepada salah satu partai politik maupun salah satu kontestan peserta pemilu legislatif 2019.

” Hemat saya Bawaslu adalah lembaga yang elite, lembaga yang sah legal secara konstitusional untuk menjalankan amanah konstitusi, artinya anda ini (Bawaslu) bekerja berdasarkan undang undang dan dilindungi undang undang, sampaikan ke publik atas apa yang terjadi jika memang itu suatu kebenaran, jangan takut takut, jika memang pihak KPU masih mengendapkan perkara ini, tanyakan pada mereka sejauh mana prosesnya, anda punya hak untuk itu, anda memiliki kewenangan akan hal itu, jangan didiamkan, ” tegasnya.

Disisilain ia juga berharab dengan adanya masukan dari pihak media meskipun sebuah kritikan kiranya dapat dijadikan penyemangat untuk mengemban amanah guna terciptanya kontestasi pemilu yang sesuai dengan azasnya yaitu langsung umum bebas dan rahasia.

” kedepan kami berharap dengan adanya kritik semacam ini, anda selaku pihak bawaslu jangan berfikir kami memiliki tendensi buruk terhadap pihak penyelenggara, hal ini kami lakukan agar kiranya kita sama sama dapat mewujudkan perhelatan pemilu yang benar benar sesuai dengan azasnya, “

Menanggapi hal itu, Apri Susanto selaku ketua komisioner bawaslu menjelaskan bahwa pihaknya sampai saat ini dipastikan tetap netral dan tidak memihak.

” segala bentuk laporan dipastikan akan kami tindak lanjutkan jika sampai kepada kami, dan dapat kami pastikan bahwa sampai saat ini kami Bawaslu tetap netral dan tidak memihak, terkait kebenaran, tidak ada yang akan kami takuti, namun memang ada sebagian perkara yang dapat kami sampaikan kepublik dan ada yang belum bisa kami sampaikan , ini dapat terjadi apabila perkara tersebut masih berproses, terkait penindakan silahkan rekan rekan media datang ke kantor kami disitu ada mading, kami tempelkan apa yang telah barhasil kami kerjakan sebagai bukti bahwa kami pun juga selalu trasfaran kepada siapapun, ” paparnya.

Agenda media gethering tersebut dimulai pukul 15.30 dan berakhir pada pukul 17.30, dimana dalam acara tersebut dihadiri keseluruhan komisioner Bawaslu mesuji beserta beberapa stafnya, juga para jurnalis yang tergabung dalam organisasi kewartawanan diantaranya PWI, AWPI, AJOI, IWO serta AWI. (*)