oleh

Aksi Penetrasi Pasar Perlu Dilanjutkan

BANDARLAMPUNG – Aksi penetrasi pasar yang digelar Pemprov Lampung di Pasar Tugu dan Panjang, Rabu (15/5) pagi dimanfaatkan warga untuk membeli berbagai barang kebutuhan.

Aksi ini digelar untuk menahan harga kebutuhan yang hingga kini masih terus bergejolak. Meski harga belum sepenuhnya stabil, aksi penetrasi yang dilakukan Dinas Perdagangan bersama Bank Indonesia dirasa cukup membantu masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Provinsi Lampung, Satria Alam mengatakan bahwa, dari sumber data Badan Pusat Statistik(BPS) serta analisa bank BI perwakilan Lampung, tingkat inflasi di Bandar Lampung pada bulan April lalu meningkat tajam dibanding bulan Maret.

Kenaikan itu kata dia, didominasi dari beberApa bahan pangan yang melonjak tinggi menjelag bulan suci Ramadhan.

Baca Juga :  Jangan Menyerah! Dinkes Lampung Siapkan Tiga Langkah Intervensi Hambat Tren Peningkatan Kasus Covid-19

“Ya, masuk di bulan Ramadhan sejumlah harga komoditi bahan pokok memang masih belum begitu stabil. Maka itu, bank BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan berupaya agar dapat menekan inflasi di bulan Ramdhan agar tidak berkelanjutan naik dan terkendali,” kata Satria Alam saat diwawancarai wartawan di Pasar Panjang, Rabu (15/5) pagi.

Menurut mantan Kadis koperasi Provinsi Lampung itu, aksi penetrasi pasar melepas berbagai sejumlah bahan pokok harga pasar seperti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, cabe merah, dan daging sapi.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Ir.Ofrial menambahkan bahwa, operasi penetrasi pasar tersebut saat ini fokus pada pasar-pasar sekitar Bandar Lampung.

Baca Juga :  Ketua Umum AWPI Peduli Wartawan Dalam Menghadapi Pademi Covid-19

Akan tetapi, kami akan melihat perkembangan kedepannya akan terus meluas ke wilayah kabupaten/kota lainnya.

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed