Sunarko Terima Manfaat Program JKN-KIS

36

Metro – Hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014 telah memberikan perubahan dalam sistem kesehatan di Indonesia.

Program JKN-KIS telah memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Dulu, biaya pelayanan kesehatan yang mahal menjadikan masyarakat sulit untuk mengakses pelayanan kesehatan yang baik.

Namun saat ini dengan adanya program JKN-KIS yang menggunakan sistem gotong royong telah menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih laik.

Hal itu rasakan oleh Sunarko Fauji (43) warga Karangrejo, Kecamatan Metro Pusat, yang berprofesi sebagai buruh di perkebunan. Ia mengaku, sudah menjadi kewajiban baginya untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, untuk mendapatkan hidup yang layak bukan hanya dengan memenuhi kebutuhan pokok sandang, pangan, papan, namun juga jaminan atas kesehatan. Selasa 11/06/2019.

Sunarko merupakan peserta PBI APBN yang terdaftar sejak tahun 2016, selama ia terdaftar sudah beberapa kali menggunakan kartu JKN-KIS untuk keperluan berobat, “ Alhamdulillah beberapa kali saya menggunakan kartu JKN-KIS dan dilayani dengan sangat baik”, Ujar Sunarko.

Bapak dua anak yang akrab disapa Narko tersebut menuturkan, banyak manfaat yang diperoleh sebagai Peserta JKN-KIS. “Istri dan anak saya sudah dua kali memanfaatkan fasilitas kepesertaan JKN-KIS. Pertama ketika istri saya sakit demam, kemudian ketika anak saya harus menjalani rawat inap di Puskesmas, Alhamdulillah semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pokoknya kalau menjadi Peserta JKN-KIS ini banyak sekali manfaatnya,” imbuhnya.

Menurut Sunarko, jika seseorang telah tertimpa suatu penyakit, maka bukan hanya kondisi kesehatan yang menurun tetapi juga kondisi finansial yang juga akan terganggu karena biaya pelayanan kesehatan yang semakin besar setiap harinya. Namun, dengan menjadi peserta JKN-KIS PBI APBN, dirinya tak perlu perlu menyisihkan penghasilannya untuk mendapat pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi ke empat anggota keluarganya, karena telah ditanggung.

“Pelayanan di fasilitas kesehatan menurut saya sudah baik, tidak ada perbedaan, yang penting peserta mematuhi semua prosedur dan ketentuan yang berlaku, kalau harus antri di fasilitas kesehatan memang wajar karena masyarakat yang ingin berobat juga banyak,” tutupnya. (Wahyu).