Sesak Napas, PH Ajukan Pemindahan Tahanan Khamami

21

BANDARLAMPUNG- Tim penasihat hukum (PH) Bupati Mesuji nonaktif Khamami mengajukan permohonan kepada hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang terkait pemindahan penahanan Khamami dari Polda Lampung ke Rutan Way Huwi, Lampung Selatan, Lampung.
Pasalnya, selama menjalani tahanan di Polda, Khamami sering mengalami sakit yang parah dan sesak napas hingga muntah-muntah.

“Kami sudah ajukan ke hakim dan sudah masukan berkas sejak dua minggu yang lalu,” kata Firdaus, Tim penasihat hukum Bupati Mesuji nonaktif Khamami, di Bandarlampung, Selasa (18/6).
Menurut Firdaus, kliennya juga mengaku tidak nyaman di tahanan Polda.
“Klien kami merasa tidak nyaman, ditambah lokasi tahanan yang sempit,” kata dia.
Selain itu, kata Firdaus, kliennya juga tidak bisa beribadah Shalat Jumat di masjid, mengingat petugas yang tidak membolehkan dan tidak mau mendampingi kliennya saat akan shalat.
“Shalat berjamaah juga tempat mereka ditahan itu dikunci terus, jadi tidak bisa berjamaah. Satu lagi kami tidak ada tempat diskusi, soalnya kalau di rutan atau lapas lebih nyaman, tapi di polda itu bergabung dan di lantai,” kata dia lagi.

Ia menambahkan soal Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan penahanan di Polda Lampung karena pertimbangan lokasi yang jauh saat akan menjalani sidang dan kesulitan administrasi.
“Sebenarnya JPU sudah menjawab kenapa di polda karena jauh dan administrasinya juga sedikit sulit. Mungkin karena sidang juga jauh makanya dititipkan di Polda Lampung,” kata dia lagi. (Ant/JJ).
Cap: Tim penasihat hukum Bupati Mesuji nonaktif Khamami, Firdaus saat ditemui di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa (18/6/2019). (Antaralampung.com/Damiri)