oleh

Pembangunan Labor Teknik ITERA Disoal, Rektor Didesak Transparan

BANDARLAMPUNG – Sejumlah masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Laskar Tentara Langit (Lantera) – Front Aksi Anti Gratifikasi (Fagas) Gerakan Mahasiswa anti Korupsi (GMK) Provinsi Lampung melakukan aksi demo, Kamis (20/60.

Pendemo mempertayakan beberapa pemasalahan dan kejanggalan terkait pembangunan Gedung Laboratorium Teknik 2 Intitut Teknologi Sumatera (ITERA) di persoalkan yang diduga bermasalah.

Dugaan penyimpangan dan pelanggaran dalam implementasi serta pelanggaran yang dilakukan oleh pihak birokrat serta dugaan penyalahgunaan jabatan dan wewenang, Rektor ITERA menutup mata atas segala realita permasalahan yang menjadi persoalan.

Ahmad Taufik selaku ketua umum Laskar Tentara Langit Lubis menyatakan Itera sangat lemah dalam pengeloalaan anggaran proyek pembangunan.

Baca Juga :  Perbakin Bandar Lampung dan Pengurus JSK Lampung Berikan Binaan Penggunaan Senjata Api

“Kami menyoal pekerjaan pembangunan Gedung Laboratorium Teknik 2 yang dikuasai oleh PT. Kembar Jaya Abadi. Kami menduga prosesnya cacat prosedur,” tegasnya.

Pendemo mendesak Rektor Itera agar transparan dan dapat menjelaskan seluruh penggunaan anggaran yang dikelola oleh kampus khususnya Pekerjaan Pembangunan Gedung Laboratorium Teknik 2 dengan Kode Lelang : 36744 tahun anggaran 2019. Kemudian mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan internal memanggil dan memeriksa Rektor yang dianggap melakukan tindakan kelalaian yang diduga menyalahgunakan dan memanifulasi dokumentasi negara.

Selanjutnya pihaknya mendesak kepada aparat penegak hukum (Polda dan Kejati) untuk menarik semua berkas serta dokumen lelang pekerjaan pembangunan untuk diperiksa secara detail dan terperinci karena berpotensi kepada dugaan tindakan pemalsuan (Mal administrasi). Pihaknya juga mendesak kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) untuk segera mengevaluasi jajaran pejabat struktural (Rektor) yang dianggap tidak peka terhadap permasalahan yang ada terlebih jika terbukti melakukan penyalahgunaan jabatan, wewenang dan penyelewengan anggaran,” (Syarif).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed