oleh

Suami Gagal Panen, Suratiyem Bertahan Hidup dengan Keripik Singkong

KENDATI usianya telah senja, tidak membuat Suratiyem (70) malas bekerja demi menyambung hidup. Dengan semangat membara, nenek yang mengaku warga Kampung Rama Dewa (RB) V, Kecamatan Seputih Raman ini tanpa kenal lelah menjajakan dagangannya seperti keripik singkong, pisang dan lain-lain.

Dijumpai media ini di Lapangan Kota Gajah di sela acara hiburan pesta rakyat memperingati HUT Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) ke-73, Kamis, 20 Juni 2019, Suratiyem menggunakan sepeda ontel menjajakan barang dagangannya.

Sepeda tua tersebut menjadi alat bantu untuk meletakkan dagangan dan membawanya ke tempat tujuan.

Menurut Suratiyem, aktifitas ini dilakukan untuk membantu suaminya, petani yang mengalami gagal panen akibat hama wereng.

Baca Juga :  ODGJ Dimandikan dan Dikasih Makan, Cuma Ada di Lampung Barat

Dalam sehari nenek dengan dua anak ini mengaku dapat menghasilkan rupiah dengan hitungan kotor sekitar Rp 75 ribu.

“Itu belum dipotong setoran,” ujarnya, seraya mengatakan dia mulai berjualan pukul 08:00 WIB hingga 14:00 WIB.

Dagangan yang dijajakan bukan miliknya, namun punya orang lain, dengan hitungan per bungkus keripik yang dijual Rp 5.000, Suratiyem mendapat keuntungan Rp 500.

Nenek yang mengaku saat ini hanya tinggal berdua dengan suaminya itu menuturkan, hasil dari berjualan itu hanya cukup dibelikan beberapa kilogram (Kg) beras.

“Kalau tidak jualan, siapa yang mau ngasih (uang). Allhamdulillah, sehari bisa membawa tiga kilogram beras,” kata Suratiyem, dengan asumsi tiga kilogram beras Rp 30 ribu.

Baca Juga :  Diduga Bangkrut, Diskominfo Pringsewu Tak Sanggup Bayar Tagihan

Meski sudah memasuki usia senja, dia tetap bersyukur masih diberi kesehatan sehingga bisa bekerja. Menurutnya, bekerja lebih mulia daripada meminta-minta. (Rendra)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed