oleh

Anwar Usman Guru Honor SD yang Kini Jadi Ketua MK

SEMBILAN hakim konstitusi baru saja menyelesaikan tugasnya menjadi pengadil pada sidang sengketa Pilpres yang berakhir kemarin, Kamis (27/6).

Empat hakim di antaranya merupakan hakim yang juga menangani gugatan sengketa pilpres 2014 yang juga diajukan kubu Prabowo. Keempatnya yaitu Anwar Usman, Aswanto, Arief Hidayat dan Wahiduddin Adams.

Sementara lima hakim lainnya baru kali ini menangani PHPU presiden dan wakil presiden. Mereka adalah I Dewa Gede Palguna, Enny Nurbaningsih, Saldi Isra, Suhartoyo dan Manahan M.P. Sitompul.

Dari sembilan hakim konstitusi, Anwar Usman paling banyak mendapat perhatian. Selama sidang, Anwar Usman tampil tenang, bahkan sangat tenang. Pria brewok dan selalu senyum tipis ini memberi harapan khalayak bahwa MK akan memberi keputusan yang adil.

Anwar Usman merupakan ketua MK periode 2018-2020 yang sebelumnya dipilih oleh sembilan hakim MK pada April 2018 lalu untuk menggantikan posisi Arief Hidayat.

Sebelum menduduki posisi ketua, Anwar sudah berkiprah sebagai hakim MK sejak tahun 2011, di mana posisi terakhirnya yaitu sebagai wakil ketua MK sejak tahun 2015.

Anwar, yang merupakan lulusan Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) tahun 1975, mengawali kariernya sebagai seorang guru honorer di SD Kalibaru, Jakarta. Ia merantau dari kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Ia lantas melanjutkan studinya kala masih bekerja sebagai guru dengan mengambil pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan lulus tahun 1984.

Anwar pun menyelesaikan S2-nya di Program Studi Magister Hukum STIH IBLAM Jakarta pada tahun 2001, sebelum akhirnya mengambil program S3 Bidang Ilmu Studi Kebijakan Sekolah UGM dan lulus pada tahun 2010.

Dalam karirnya kehakimannya, ayah tiga anak yang juga pecinta teater ini sempat menjadi Asisten Hakim Agung selama periode 1997 hingga 2003, yang berlanjut dengan pengangkatannya menjadi Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung selama tiga tahun.

Pada tahun 2005, Anwar diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta sambil tetap mengemban jabatan kabiro kepegawaian MA.

Anwar lantas diusulkan Mahkamah Agung untuk menjadi hakim MK. Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono pun akhirnya melantik Anwar sebagai hakim MK di Istana Negara, Jakarta, pada tahun 2011 lalu.(*/IWA)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed