Dibutuhkan Donatur untuk Operasi Sultan Mahbubillah

37

TANGGAMUS – Sultan Mahbubillah, bayi mungil berusia 2,5 bulan berjenis kelamin laki-laki tak henti-hentinya menangis meski berulang kali Armanah, ibunya menenangkannya.

Tampak ukuran perut putra ketiga pasangan Rozali dan Armanah ini hampir setara bola voli, ini disebabkan karena adanya penyumbatan pada ususnya. Sehingga buang air besar tidak lancar dan perutnya makin membesar.

Menurut Armanah, putra yang baru dilahirkan pada Mei 2019 lalu itu sering menangis setiap saat, apa lagi pada waktu malam hari selalu menangis hingga dia kelelahan lalu tertidur.

“Ini nangisnya belum terlalu mas, kalau waktu malam barulah ia menangis tidak berhenti. Kalau sudah capek baru diam, nanti nangis lagi. Begitu terus tiap malam,” kata Armanah saat ditemui di rumahnya di Pekon Negeri Ngarip, Kecamatan Wonosobo, kamis (18/7).

Menurut Armanah, anak ketiganya tersebut waktu dilahirkan normal. Namun setelah lahir, terus-menerus ia menangis. Karena merasa aneh sehingga ia bersama suaminya membawa ke bidan yang ada di Pekon Banjarsari, Kecamatan Wonosobo.

Kemudian bidan mengantarkan ke RSUD Batin Mangunang untuk tahu sakitnya. Dan setelah rontegen, diketahui adanya sumbatan pada usus. Diduga itu menghambat keluarnya kotoran.

“Katanya dulu ini harus dioperasi karena ususnya ada yang menyumbat. Kalau untuk operasi bisa habis Rp70 jutaan,” ucap Armanah.

Rozali ayah sang bayi mengungkapkan, lantaran tingginya biaya, ia diminta untuk membuatkan keanggotaan BPJS bagi si anak. Sebab tidak bisa jika menggunakan keanggotaan BPJS orang tuanya.

“Kami sudah urus-urus untuk membuat BPJS, nanti katanya mau diselesaikan sama Pj Kepala Pekon, mudah-mudahan bisa cepat beres,” ungkap Rozali.

Rozali mengaku, selain masalah BPJS, harapannya juga ada bantuan materi. Sebab untuk sebuah operasi butuh menunggu dan itu dibutuhkan untuk biaya hidup selama di rumah sakit.

“Katanya kalau operasi paling tidak di Abdoel Moeloek, di sini tidak bisa, jadi harus dirujuk,” kata Rozali.

Pria yang hanya bekerja jadi buruh tani ini mengaku berat dengan kenyataan hidup yang dihadapi keluarganya. Untuk itu dirinya berharap ada uluran tangan dari pihak mana pun agar bisa menolong.

Rozali menuturkan, mungkin hanya jalan operasi yang bisa ditempuh untuk penyembuhan anaknya tersebut. Sebab selama ini pengobatan dengan cara tradisional sudah dilakukan namun belum menunjukkan hasil. (Anton)

Haluan TV APK